banner 468x60
INFO PEMPROV KALBAR

Wagub Krisantus: Jangan Pakai Sabuk Kalau Kemampuan Belum Layak

×

Wagub Krisantus: Jangan Pakai Sabuk Kalau Kemampuan Belum Layak

Sebarkan artikel ini

PONTIANAK – Wakil Gubernur Kalimantan Barat Krisantus Kurniawan menegaskan bahwa kenaikan tingkat dalam karate bukan sekadar pergantian warna sabuk, melainkan harus dibuktikan dengan peningkatan kemampuan, disiplin, dan prestasi.

Pesan itu disampaikannya saat menghadiri Gashuku dan Ujian Kenaikan Tingkat (Kyu) INKANAS Kalbar di Rumah Radakng Pontianak, Minggu (26/7/2026).

Krisantus yang juga menjabat sebagai Ketua Umum INKANAS Kalbar mengatakan tidak ingin ada karateka yang menyandang sabuk lebih tinggi tanpa kualitas yang sepadan.

“Saya ingin setiap karateka menggunakan sabuk sesuai dengan kualitas warna sabuknya. Jangan hanya naik tingkat, tetapi kemampuan juga harus benar-benar meningkat,” tegasnya.

Ia menargetkan INKANAS Kalbar menjadi perguruan karate terbaik di Kalimantan Barat yang mampu mendominasi berbagai kejuaraan, baik di nomor kumite maupun kata.

“Saya ingin kalau ada pertandingan, kalian menjadi juara. Saya ingin di Kalbar ini INKANAS menjadi perguruan yang tidak terkalahkan dan menjadi yang paling aktif,” ujarnya.

Menurut Krisantus, target tersebut realistis karena sejak dirinya dipercaya memimpin INKANAS Kalbar, berbagai program pembinaan, latihan, dan kegiatan organisasi terus digelar secara rutin.

Namun, ia menekankan bahwa banyaknya kegiatan harus berbanding lurus dengan peningkatan kualitas atlet.

“Hari ini saya pantau, INKANAS merupakan salah satu perguruan yang paling banyak melaksanakan kegiatan di Kalbar. Itu harus dipertahankan, tetapi yang lebih penting kualitas karatekanya juga harus meningkat,” katanya.

Perhatian khusus diberikan kepada peserta ujian kenaikan tingkat menuju sabuk cokelat dan sabuk hitam. Menurutnya, pemegang dua tingkatan sabuk tersebut harus memiliki teknik, fisik, dan mental yang benar-benar matang.

“Saya katakan secara khusus kepada pemegang sabuk cokelat. Kualitasnya harus beda tipis dengan sabuk hitam. Jangan sampai sudah memakai sabuk cokelat, tetapi kemampuan teknik, fisik, dan mentalnya belum sesuai,” ujarnya.

Karena itu, Krisantus mengaku melakukan penilaian secara serius agar tidak ada kenaikan tingkat yang hanya bersifat formalitas.

“Saya tidak ingin ada kenaikan tingkat yang hanya formalitas. Sabuk itu harus mencerminkan kemampuan,” katanya.

Ia juga mengingatkan seluruh karateka agar tidak cepat puas dengan kemampuan yang dimiliki. Latihan yang konsisten, disiplin, dan kemauan untuk terus memperbaiki diri menjadi kunci meraih prestasi.

“Kita belum terlambat. Terus perbaiki gerakan, tingkatkan fisik, sesuaikan kemampuan dengan tingkatan sabuk yang dimiliki. Jangan cepat puas, terus belajar dan terus berlatih,” pesannya.

Kepada para orang tua, Krisantus meminta agar terus memberikan dukungan kepada anak-anak yang menekuni karate. Menurutnya, olahraga bela diri bukan hanya membentuk atlet berprestasi, tetapi juga karakter, disiplin, kesehatan, dan kemampuan mengendalikan diri.

Ia berharap INKANAS Kalbar terus berkembang dan mampu melahirkan karateka yang mengharumkan nama Kalimantan Barat di tingkat nasional hingga internasional.