banner 468x60
Aksara Landak

30 Paskibraka Landak Jalani Diklat, Wabup Erani Tekankan Pembinaan Karakter dan Larang Kekerasan

×

30 Paskibraka Landak Jalani Diklat, Wabup Erani Tekankan Pembinaan Karakter dan Larang Kekerasan

Sebarkan artikel ini

LANDAK – Sebanyak 30 anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kabupaten Landak mengikuti pendidikan dan pelatihan (diklat) sebagai persiapan pelaksanaan upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus 2026.

Pembukaan pendidikan dan pelatihan Paskibraka tingkat Kabupaten Landak ini dilakukan Wakil Bupati Landak, Erani, di Aula Besar Kantor Bupati Landak. Selasa, 4 Agustus 2026, sore.

Wakil Bupati Landak, Erani, menegaskan bahwa pendidikan dan pelatihan (diklat) Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) bukan sekadar mempersiapkan petugas pengibar bendera pada peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, tetapi menjadi bagian dari pembentukan karakter generasi muda yang disiplin, berintegritas, dan memiliki jiwa nasionalisme.

Sebanyak 30 pelajar dari SMA, SMK, dan Madrasah Aliyah negeri maupun swasta di Kabupaten Landak mengikuti diklat setelah dinyatakan lolos melalui serangkaian tahapan seleksi.

Menurut Erani, kesempatan menjadi anggota Paskibraka merupakan kehormatan yang tidak dimiliki semua pelajar.

Karena itu, para peserta diminta memanfaatkan masa pendidikan dan pelatihan untuk mengembangkan potensi diri sekaligus membangun karakter yang kuat.

“Di Kabupaten Landak ada sekitar 400 ribu penduduk, tetapi hanya 30 orang yang mewakili. Kesempatan ini harus dimanfaatkan,” ujarnya, Rabu (5/8/2026).

Ia menegaskan, tugas anggota Paskibraka tidak berhenti pada pelaksanaan upacara pengibaran bendera.

Para peserta diharapkan mampu menjadi teladan di lingkungan sekolah maupun masyarakat dengan menjunjung tinggi nilai persatuan, tanggung jawab, dan semangat kebangsaan.

“Kalian akan dilatih untuk menumbuhkan semangat nasionalisme sejati, bukan sekadar dalam ikrar dan seragam, tetapi dalam cara berpikir, bersikap, dan bertindak,” kata Erani.

Erani juga mengingatkan agar seluruh proses pendidikan dilaksanakan secara profesional tanpa tindakan yang mengarah pada kekerasan fisik.

Ia juga meminta panitia mengantisipasi berbagai faktor nonteknis yang berpotensi mengganggu pelaksanaan tugas Paskibraka saat upacara peringatan HUT Kemerdekaan RI pada 17 Agustus mendatang.

“Selama melatih, jangan sampai terjadi kekerasan fisik agar tidak melanggar peraturan perundang-undangan yang ada. Panitia juga harus mengantisipasi sedini mungkin berbagai kendala agar pelaksanaan pengibaran bendera nanti dapat berjalan lancar dan sukses,” tuturnya.

Sementara Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Landak, Yosef, mengatakan pelatihan difokuskan pada pembentukan disiplin, kemampuan baris-berbaris, kesiapan fisik, serta penguatan mental dan jiwa kepemimpinan.

“Teknis pelatihan, kita menggunakan pelatih dari TNI dan Polri. Mereka melatih peserta baik secara PBB maupun keterampilan lainnya, termasuk pembinaan fisik agar benar-benar siap melaksanakan tugas dan tanggung jawab sebagai pengibar bendera pada 17 Agustus,” ujar Yosef.

Ia menjelaskan, pemusatan pelatihan dilaksanakan di Hotel Hanura. Selanjutnya, peserta mengikuti latihan lapangan di halaman Kantor Bupati Landak hingga menjelang pelaksanaan upacara.

“Latihan di depan Kantor Bupati berlangsung dari 3 sampai 15 Agustus. Pada 11 hingga 13 Agustus akan dilaksanakan latihan gabungan formasi sebagai simulasi pelaksanaan upacara,” katanya.

Menurut Yosef, pelatihan tidak hanya bertujuan meningkatkan kemampuan teknis, tetapi juga membentuk karakter generasi muda yang memiliki jiwa kepemimpinan, nasionalisme, solidaritas, serta kesiapan fisik dan mental.

Ia menegaskan, seluruh proses pembinaan mengacu pada standar yang ditetapkan Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP). Karena itu, metode pelatihan tidak lagi menerapkan latihan fisik yang berlebihan.

“Kita sudah memiliki aturan dari BPIP sebagai standar dalam melatih. Jadi tidak lagi seperti dulu. Yang sifatnya fisik berlebihan tidak ada,” ucapnya.

Untuk mendukung kelancaran pelatihan, panitia menyiagakan tim medis selama 24 jam. Seluruh peserta juga telah menjalani pemeriksaan kesehatan sebelum mengikuti diklat.

“Kesehatan mereka terus dipantau. Tim medis siaga 24 jam. Sebelum latihan semua sudah dicek kesehatannya, dan kalau ada keluhan langsung ditangani,” ujar Yosef.

Selain mempersiapkan Paskibraka tingkat kabupaten, Yosef mengatakan Kabupaten Landak tahun ini juga mengirimkan satu peserta putra dan satu peserta putri untuk menjadi anggota Paskibraka tingkat Provinsi Kalimantan Barat.

“Tahun ini, Kabupaten Landak juga mengirimkan satu putra dan satu putri terbaik sebagai anggota Paskibraka di tingkat provinsi,” tutupnya.