banner 468x60
Aksara Landak

Bupati Karolin Apresiasi Bantuan Logistik Karhutla dari Pemprov Kalbar untuk Warga Landak

×

Bupati Karolin Apresiasi Bantuan Logistik Karhutla dari Pemprov Kalbar untuk Warga Landak

Sebarkan artikel ini

PONTIANAK – Bupati Landak, Karolin Margret Natasa, menyambut baik langkah cepat Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat (Pemprov Kalbar) dalam menyalurkan bantuan logistik darurat untuk masyarakat terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayahnya.

Penyerahan bantuan Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) tersebut dipimpin langsung oleh Gubernur Kalbar, Ria Norsan, di halaman Kantor Gubernur Kalbar, Pontianak, pada Jumat (18/9/2026).

Kabupaten Landak menjadi satu dari empat daerah yang menerima bantuan buffer stock ini karena masuk dalam kategori parah dan belum menerima intervensi bantuan dari pemerintah pusat.

Seusai menerima bantuan secara simbolis, Karolin menyampaikan rasa syukurnya atas perhatian Pemprov Kalbar terhadap warganya yang kini tengah berjuang menghadapi dampak buruk kabut asap.

“Kami berterima kasih dan mengapresiasi gerak cepat Bapak Gubernur Ria Norsan beserta jajaran Pemprov Kalbar. Bantuan ini sangat krusial bagi warga Landak yang saat ini aktivitas dan kesehatannya sangat terganggu oleh dampak kabut asap akibat karhutla,” ujar Karolin di Pontianak, Jumat.

Pemerintah Kabupaten Landak menerima total 500 paket bantuan yang terdiri dari 250 paket permakanan dan 250 paket sandang. Paket pangan mencakup 1.250 kilogram beras, 250 kilogram gula, 250 liter minyak goreng, 1.000 kaleng sarden, dan 2.500 bungkus mie instan. Sementara paket sandang berisi selimut, handuk, dan sarung yang masing-masing berjumlah 250 helai.

Terkait teknis penyaluran, bupati perempuan pertama di Kabupaten Landak ini menegaskan bahwa pihaknya tidak akan menunda pendistribusian ke wilayah-wilayah yang paling membutuhkan.

“Hari ini juga logistik langsung kami bawa ke Landak. Tim dari Dinas Sosial dan BPBD Landak sudah memetakan titik-titik kecamatan dan desa yang kondisinya paling parah terdampak kabut asap. Kami pastikan distribusinya merata, cepat, dan tepat sasaran,” tegas Karolin.

Menanggapi penetapan wilayahnya sebagai salah satu daerah dengan kategori karhutla yang parah oleh Pemprov Kalbar, Karolin mengakui bahwa intensitas titik api dalam beberapa pekan terakhir memang menjadi perhatian ekstra.

“Dampak Karhutla ini tidak main-main, tidak hanya merusak lingkungan, tetapi roda perekonomian desa ikut terhambat. Oleh karena itu, selain menyalurkan bantuan pangan untuk meringankan beban warga, fokus utama kami di lapangan saat ini adalah pemadaman titik api secara masif,” ungkapnya.

Sebagai langkah mitigasi berkelanjutan, Karolin terus mengintensifkan sinergi dengan berbagai pihak dan mengeluarkan imbauan keras kepada masyarakat terkait pembukaan lahan.

“Saya mohon pengertian dan kerja sama dari seluruh masyarakat Landak. Mari kita hentikan dulu kebiasaan membuka lahan dengan cara dibakar. Keselamatan dan kesehatan bersama harus diutamakan. Pemkab Landak bersama TNI, Polri, BPBD, dan Manggala Agni akan terus berjaga dan berjibaku di lapangan siang dan malam hingga darurat asap ini usai,” pungkas Karolin.

Sebagai informasi, penyaluran bantuan logistik pada tahap ini difokuskan kepada empat kabupaten di Kalbar, yakni Kabupaten Mempawah, Landak, Sekadau, dan Sanggau. Selain dukungan logistik, Pemprov Kalbar juga tengah mengoordinasikan pengiriman bantuan sarana dan prasarana penunjang pemadaman, seperti mesin pompa air dan selang, yang disesuaikan dengan kebutuhan di masing-masing daerah.