banner 468x60
Aksara Landak

Tim Mabes TNI Edukasi Cegah Karhutla pada Warga Desa Bengawan Ampar Landak

×

Tim Mabes TNI Edukasi Cegah Karhutla pada Warga Desa Bengawan Ampar Landak

Sebarkan artikel ini

LANDAK – Tim Penyuluhan Markas Besar Tentara Nasional Indonesia (Mabes TNI) memberikan edukasi kepada masyarakat Desa Bengawan Ampar, Kecamatan Kuala Behe, Kabupaten Landak, Kalimantan Barat, terkait pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Sosialisasi tersebut digelar di lahan milik warga bernama Jhonatan, di Dusun Pansi, Desa Bengawan Ampar, Kamis (17/9/2026), mulai pukul 10.00 WIB.

Kegiatan dipimpin oleh Kolonel Nomi Angkasa selaku Ketua Tim Penyuluhan Mabes TNI, didampingi Mayor Guntur dan Babinsa Koramil 1210-07/Air Besar.

Sosialisasi turut dihadiri perangkat desa, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh adat, serta warga Desa Bengawan Ampar.

Dalam kegiatan tersebut, tim penyuluhan menyampaikan materi mengenai langkah-langkah pencegahan karhutla. Penyampaian materi kemudian dilanjutkan dengan sesi tanya jawab bersama masyarakat.

Masyarakat diberikan pemahaman mengenai pentingnya menghindari pembakaran lahan secara sembarangan serta meningkatkan kepedulian terhadap kondisi lingkungan, terutama di tengah musim kemarau.

Dandim Landak: Pencegahan Karhutla Butuh Keterlibatan Masyarakat

Dandim 1210/Landak Letkol Inf Doni Prasetyo, S.Hub.Int., M.I.P., mengatakan, upaya pencegahan karhutla membutuhkan kesadaran dan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.

“TNI bersama seluruh unsur terkait akan terus hadir memberikan edukasi dan mengajak masyarakat untuk bersama-sama mencegah karhutla. Api harus dicegah sejak awal, karena ketika sudah membesar akan lebih sulit untuk dikendalikan,” ujar Doni.

Menurut dia, TNI akan terus membantu masyarakat, termasuk dalam upaya pencegahan dan penanganan karhutla di wilayah Kabupaten Landak.

Doni menekankan bahwa kesadaran masyarakat menjadi salah satu kunci dalam mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan.

“Kesadaran masyarakat menjadi kunci. Mari kita jaga lahan dan lingkungan bersama, jangan membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar. Pencegahan lebih utama daripada penanganan setelah api meluas,” tambahnya.