banner 468x60
Pontianak

Kembar dari Pontianak Terpilih Tampil di Istana Negara

×

Kembar dari Pontianak Terpilih Tampil di Istana Negara

Sebarkan artikel ini

Aksaraloka com, PONTIANAK – Dari panggung sanggar tari di Kota Pontianak, Carissa Nafish Dzakiyah dan Calista Nafish Dzakiyah kini bersiap tampil di Istana Negara.

Dua pelajar kembar SMP Negeri 22 Pontianak itu terpilih menjadi bagian dari tim kesenian Kalimantan Barat dalam rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Carissa dan Calista akan membawakan Tarian Kolosal dalam rangkaian Gelar Seni Budaya Peringatan Detik-Detik Proklamasi dan Penurunan Bendera Sang Merah Putih.

Kesempatan tersebut menjadi kebanggaan tersendiri bagi keduanya. Di usia yang masih duduk di bangku SMP, mereka mendapat kepercayaan membawa nama Kalimantan Barat sekaligus memperkenalkan kesenian daerah di panggung nasional.

Kecintaan terhadap seni tari sebenarnya sudah tumbuh sejak keduanya masih duduk di sekolah dasar.

Ayah mereka, Aipda Saifudin Suhri, anggota Direktorat Samapta Polda Kalbar, mengatakan Carissa dan Calista mulai aktif menari sejak kelas 3 SD.

“Sejak kelas 3 SD sudah aktif menari. Kami sempat mengambil pelatih untuk private mereka bersama teman-teman satu kelompok. Dari kelas 5 SD mereka sudah bergabung dengan Sanggar Kijang Berantai,” ujar Saifudin.

Sejak bergabung dengan sanggar, keduanya rutin mengikuti latihan dan berbagai perlombaan. Dari sana, kemampuan mereka terus berkembang hingga akhirnya mengikuti seleksi untuk menjadi bagian dari tim kesenian Kalbar.

Menjelang penampilan di Istana Negara, Carissa dan Calista harus membagi waktu antara sekolah dan latihan. Keduanya mengikuti serangkaian persiapan, mulai dari latihan bersama, pemantapan materi hingga gladi.

Saifudin berharap kedua putrinya dapat menjalani seluruh proses dengan disiplin dan memberikan penampilan terbaik.

“Harapan kami tentunya anak-anak bisa menjalankan tugas dengan baik, disiplin mengikuti seluruh proses latihan dan tampil maksimal. Yang paling penting mereka bisa membawa nama baik keluarga, sekolah, sanggar, dan Kalbar,” katanya.

Dukungan juga diberikan SMP Negeri 22 Pontianak. Menurut Saifudin, sekolah memberikan pengertian kepada kedua putrinya agar tetap dapat mengikuti kegiatan belajar sekaligus mengembangkan bakat seni.

“Kami juga berterima kasih kepada SMPN 22 Kota Pontianak yang sudah memberikan dukungan dan pengertian kepada anak-anak kami. Tentunya pendidikan tetap menjadi yang utama, tetapi kami bersyukur sekolah juga mendukung mereka dalam mengembangkan bakat,” ujarnya.

Keluarga juga menyampaikan apresiasi kepada Sanggar Kijang Berantai yang telah membimbing Carissa dan Calista sejak keduanya mulai serius menekuni seni tari.

“Kami sebagai orang tua sangat berterima kasih kepada Sanggar Kijang Berantai yang selama ini membimbing dan memberikan kesempatan kepada anak-anak kami untuk mengembangkan bakatnya. Banyak pengalaman dan prestasi yang mereka dapatkan selama bergabung di sanggar,” kata Saifudin.

Saifudin juga mengapresiasi Kementerian Pariwisata yang memberikan kesempatan kepada pelajar Kalimantan Barat untuk tampil dalam rangkaian peringatan kemerdekaan di Istana Negara.

“Kami juga mengucapkan terima kasih kepada Kementerian Pariwisata yang sudah memberikan kesempatan kepada anak-anak Kalimantan Barat untuk tampil di Istana Negara. Bagi kami, ini merupakan pengalaman yang sangat luar biasa dan tentu menjadi kebanggaan bagi keluarga,” ujarnya.

Bagi Carissa dan Calista, kesempatan tersebut menjadi babak baru dalam perjalanan mereka menekuni seni tari.

Dari latihan di sanggar sejak sekolah dasar, dua pelajar kembar itu kini mendapat kesempatan tampil di panggung kenegaraan sambil membawa nama Kalimantan Barat dan memperkenalkan seni budaya daerah kepada Indonesia.