banner 468x60
Aksara WargaBudayaPeristiwaPontianak

Susanto Kembali Pimpin LDII Kalbar, Terpilih Aklamasi untuk Periode 2026–2031

×

Susanto Kembali Pimpin LDII Kalbar, Terpilih Aklamasi untuk Periode 2026–2031

Sebarkan artikel ini

PONTIANAK — Susanto kembali dipercaya memimpin Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) LDII Kalimantan Barat periode 2026–2031. Ia terpilih secara aklamasi dalam Musyawarah Wilayah (Muswil) VIII LDII Kalbar di Pendopo Gubernur Kalimantan Barat, Kamis (24/9/2026).

Susanto mendapat dukungan dari 14 Dewan Pimpinan Daerah (DPD) LDII kabupaten/kota se-Kalimantan Barat.

Usai ditetapkan kembali sebagai ketua, Susanto mengatakan mandat tersebut menjadi tanggung jawab untuk meningkatkan kinerja dan kontribusi organisasi di tengah masyarakat.

“Kepercayaan ini menjadi tantangan yang mesti dibuktikan dengan kinerja yang lebih baik. Karena amanah dari seluruh warga LDII harus kami pertanggungjawabkan,” ujar Susanto.

Ia mengatakan, kepemimpinan periode kedua akan diarahkan pada penguatan organisasi agar lebih adaptif terhadap perubahan dan mampu merespons persoalan yang berkembang di masyarakat.

LDII, kata dia, juga akan memperluas kolaborasi dengan pemerintah, lembaga keagamaan, organisasi kemasyarakatan, dunia pendidikan, dunia usaha, dan berbagai elemen masyarakat.

“Kunci organisasi dapat berkembang jika mampu adaptif dan menghadirkan solusi atas permasalahan umat. Umat ingin peran ormas semakin nyata,” katanya.

Menurut Susanto, Muswil VIII tidak hanya menjadi forum untuk menetapkan kepemimpinan, tetapi juga momentum menyusun arah kerja organisasi untuk lima tahun ke depan.

“Muswil VIII LDII bukan sekadar pergantian atau penetapan kepemimpinan, tetapi menjadi momentum memperkuat komitmen seluruh jajaran LDII untuk menghadirkan karya dan pengabdian yang berkelanjutan,” tuturnya.

Ia menilai keberhasilan organisasi tidak semata-mata diukur dari kekuatan internal, tetapi juga dari manfaat yang diberikan kepada masyarakat.

“Ukuran keberhasilan organisasi bukan hanya seberapa kuat organisasinya, tetapi seberapa besar manfaat yang bisa diberikan kepada masyarakat,” lanjut Susanto.

Untuk periode keduanya, Susanto berkomitmen memperkuat sinergi dengan berbagai pihak di Kalimantan Barat, terutama dalam menjalankan fungsi dakwah dan kegiatan sosial kemasyarakatan.

“Sekarang eranya kolaborasi, saatnya perkuat sinergi. Permasalahan yang dihadapi pemerintah, masyarakat juga menjadi masalah kami, sehingga kami akan mengambil bagian untuk turut andil memberikan solusi,” katanya.

Menurut dia, kontribusi organisasi tidak harus selalu diwujudkan melalui program berskala besar. Keterlibatan dalam membantu menyelesaikan persoalan masyarakat juga merupakan bagian dari pengabdian.

“Walaupun karya yang kami berikan juga tidak terlalu besar, namun nilai yang kami persembahkan adalah pengabdian,” tegasnya.