banner 468x60
Pontianak

Lima Juta Liter Air Tawar Didatangkan ke Pontianak, Perkuat Cadangan Air Baku

×

Lima Juta Liter Air Tawar Didatangkan ke Pontianak, Perkuat Cadangan Air Baku

Sebarkan artikel ini

PONTIANAK – Pemerintah Kota Pontianak terus mencari sumber air baku alternatif untuk menjaga layanan air bersih di tengah intrusi air laut ke Sungai Kapuas yang belum mereda akibat kemarau panjang.

Salah satu langkah darurat yang dilakukan yakni mendatangkan air tawar menggunakan tongkang. Sebanyak sekitar lima juta liter air tawar tiba di Instalasi Pengolahan Air (IPA) Parit Mayor, Minggu (20/9/2026).

Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mengatakan, air tersebut langsung dialirkan ke reservoir untuk selanjutnya diolah menjadi air bersih.

“Hari ini saya berada di IPA Parit Mayor. Tadi pagi tongkang sudah sampai membawa sekitar lima juta liter air tawar. Sekarang sedang proses pengisian reservoir air baku untuk kita olah menjadi air bersih,” kata Edi.

Air tawar tersebut diprioritaskan untuk memperkuat pelayanan di wilayah Pontianak Timur. Edi meminta masyarakat memahami apabila masih terjadi gangguan pelayanan selama proses pengolahan dan distribusi berlangsung.

“Kepada warga Pontianak Timur, apabila terjadi gangguan sementara, ini akibat daripada proses pengolahan produksi yang terjadi,” ujarnya.

Dengan tambahan pasokan tersebut, total air tawar yang telah didatangkan dari wilayah Radak dan Terentang ke Pontianak mencapai lebih dari 10 juta liter. Pengangkutan menggunakan tongkang menjadi solusi sementara selama kualitas air baku Sungai Kapuas belum kembali normal.

Pemkot Pontianak juga masih menunggu bantuan Kementerian Pekerjaan Umum berupa unit mobile reverse osmosis (RO). Peralatan tersebut nantinya akan digunakan untuk memperkuat produksi air bersih di wilayah Pontianak Utara.

“Ada bantuan dari Kementerian PU untuk mesin mobile RO. Mudah-mudahan cepat datang. Kalau sudah tiba, kita akan produksi di Pontianak Utara,” kata Edi.

Tak hanya mengandalkan langkah darurat, pemerintah juga mulai menyiapkan solusi jangka panjang. Salah satunya dengan mencari sumber air baku baru yang tidak terlalu rentan terhadap intrusi air laut.

Edi menyebut kawasan Biyung menjadi salah satu lokasi yang akan diperiksa. Kawasan tersebut berjarak sekitar tujuh kilometer dari Waduk Penepat.

Pemeriksaan dilakukan untuk mengetahui apakah wilayah tersebut terdampak intrusi air laut atau berpotensi dikembangkan sebagai sumber air baku alternatif.

Menurut Edi, kondisi saat ini menjadi momentum bagi pemerintah untuk memperkuat ketahanan air Kota Pontianak.

Berbagai opsi, mulai dari mendatangkan air tawar, memperbesar cadangan reservoir, penggunaan teknologi pengolahan hingga mencari sumber air baku baru, akan terus dilakukan.

“Ini adalah upaya-upaya jangka panjang. Kita tidak hanya menangani kondisi hari ini, tetapi juga mencari alternatif agar ke depan pelayanan air baku kita lebih kuat,” pungkasnya.