banner 468x60
Sintang

22 Proyek Pembangunan Sintang Diresmikan, Bupati Tegaskan: Jangan Berhenti di Seremoni

×

22 Proyek Pembangunan Sintang Diresmikan, Bupati Tegaskan: Jangan Berhenti di Seremoni

Sebarkan artikel ini

Aksaraloka.com, SINTANG – Pemerintah Kabupaten Sintang meresmikan 22 proyek pembangunan yang rampung dikerjakan pada tahun anggaran 2025–2026.

Peresmian tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia tingkat Kabupaten Sintang.

Peresmian dipusatkan di Gedung Instalasi Pemeliharaan Sarana Rumah Sakit (IPRS) RSUD Ade M. Djoen Sintang, Kamis (20/8/2026), yang juga menjadi salah satu fasilitas yang diresmikan.

Kepala Bappeda Kabupaten Sintang, Kurniawan, mengatakan peresmian tersebut merupakan bentuk syukur atas selesainya berbagai pembangunan sekaligus sarana bagi pemerintah daerah untuk menyampaikan hasil kerja kepada masyarakat.

Menurutnya, rampungnya berbagai proyek tersebut tidak terlepas dari dukungan dan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan.

“Proyek pembangunan yang sudah direncanakan dapat diselesaikan sebagai wujud nyata mengisi kemerdekaan bangsa dan negara,” kata Kurniawan.

Sebanyak 22 proyek tersebut tersebar di sejumlah sektor, mulai dari kesehatan, infrastruktur jalan dan jembatan, pendidikan, penyediaan air bersih hingga penanganan infrastruktur pascabencana.

Di sektor kesehatan, pembangunan yang diresmikan antara lain Gedung Kesehatan (IPRS dan Workshop) RSUD Ade M. Djoen Sintang, Puskesmas Pembantu (Pustu) Temiang Kapuas di Kecamatan Sepauk, serta Pustu Gurung Kempadik di Kecamatan Sungai Tebelian.

Di bidang pekerjaan umum, proyek yang rampung antara lain peningkatan Jalan SP 2 Buluh Kuning–Nanga Libau di Kecamatan Sepauk dan pembangunan Jembatan Pintas Nanga Lebang di Kecamatan Kelam Permai.

Sementara pada sektor pendidikan terdapat tiga proyek, yakni pembangunan ruang guru SDN 10 Teluk Kecamatan Sintang, ruang laboratorium SDN 13 Sungai Kawat, serta ruang laboratorium komputer SMPN 10 Kayan Hilir.

Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman juga menyelesaikan lima proyek. Di antaranya pembangunan baru sistem penyediaan air minum (SPAM) jaringan perpipaan di Desa Sungai Segak, Desa Padung Kumang dan Desa Teluk Harapan, peningkatan SPAM di Desa Lintang Tambuk, serta pembangunan baru bangunan Pendopo Bupati Kecamatan Sintang.

Sektor penanganan bencana turut mendapat perhatian. BPBD Kabupaten Sintang menyelesaikan sembilan proyek, yang mayoritas berupa rekonstruksi jembatan di sejumlah wilayah, termasuk Kecamatan Sintang, Kayan Hilir, Dedai dan Kayan Hulu.

Profil ke-22 proyek tersebut kemudian ditampilkan melalui video yang disiapkan panitia.

Dorong Peningkatan Pelayanan Kesehatan

Direktur RSUD Ade M. Djoen Sintang, dr. Bagus Zodiak Adibrata, mengatakan pihaknya merasa terhormat dipercaya menjadi tuan rumah peresmian proyek pembangunan tersebut.

Menurut Bagus, kehadiran Bupati Sintang beserta jajaran pemerintah daerah menunjukkan komitmen dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik, khususnya di bidang kesehatan.

Ia berharap pembangunan fasilitas rumah sakit tidak berhenti pada seremoni, tetapi menjadi momentum untuk meningkatkan semangat seluruh jajaran dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

“Kami berharap dukungan Pemerintah Kabupaten Sintang, khususnya terhadap RSUD Ade M. Djoen Sintang, dapat terus berlanjut, sehingga rumah sakit ini mampu berkembang menjadi rumah sakit yang semakin modern, profesional dan memberikan pelayanan kesehatan berkualitas,” ujarnya.

Bupati: Pembangunan Harus Berdampak

Bupati Sintang Gregorius Herkulanus Bala menegaskan, peresmian pembangunan tidak boleh sekadar menjadi kegiatan seremonial. Setiap proyek yang dibangun pemerintah harus memberikan dampak nyata terhadap kualitas hidup dan kesejahteraan masyarakat.

“Peresmian pembangunan pada hari ini tidak hanya kita rasakan sebagai seremoni, tetapi sebagai bukti nyata pemerintah Kabupaten Sintang dalam menghadirkan pembangunan yang berdampak terhadap peningkatan kualitas kehidupan masyarakat, pertumbuhan ekonomi serta kesejahteraan,” tegasnya.

Menurut Bupati, jalan, jembatan, fasilitas kesehatan, pendidikan dan berbagai pelayanan dasar merupakan fondasi penting untuk membuka akses masyarakat sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Di tengah keterbatasan kemampuan keuangan daerah, ia meminta pembangunan ke depan dilakukan berdasarkan skala prioritas, efisien, tepat sasaran, transparan dan akuntabel.

“Jangan sampai pembangunan hanya berorientasi pada target proyek yang dilaksanakan. Yang lebih penting adalah sebesar apa manfaat pembangunan tersebut dirasakan oleh masyarakat,” katanya.

Bupati juga meminta seluruh perangkat daerah tidak ragu melakukan komunikasi dan meminta pendampingan aparat penegak hukum (APH) sejak tahap awal apabila terdapat hal-hal yang berpotensi menimbulkan persoalan dalam pelaksanaan proyek.

Menurutnya, pendampingan sejak awal lebih baik daripada menunggu persoalan muncul.

“Lebih baik kita komunikasikan hari ini, mana yang kira-kira keliru atau menyalahi, kita komunikasikan agar jangan sampai telanjur kaki sudah masuk lumpur baru kita ingat bagaimana mencucinya,” ujarnya.

Bupati berharap seluruh pembangunan yang telah diselesaikan dapat dijaga dan dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat.

Ia juga berharap 22 proyek tersebut tidak hanya menjadi catatan capaian pembangunan, tetapi benar-benar menghadirkan manfaat bagi masyarakat serta menjadi bagian dari upaya mewujudkan Kabupaten Sintang yang semakin maju, sejahtera dan berkualitas.

Dengan mengucapkan syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, Bupati Sintang kemudian secara resmi menyatakan 22 proyek pembangunan tersebut diresmikan.