LANDAK – Hartono Plantation Indonesia Palm Oil Unit (HPI POU) turt memberi dukungan dalam gerakan penghijauan yang digelar Ikatan Wartawan Online (IWO) Kabupaten Landak dalam rangka memperingati HUT ke-14.
Kegiatan penanaman pohon berlangsung di kawasan Riam Angan Tembawang, Desa Angan Tembawang, Kecamatan Jelimpo, Kabupaten Landak, Kalimantan Barat, Rabu (23/9/2026).
Kegiatan tersebut turut dihadiri jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Landak, perwakilan UPT Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Wilayah Landak, organisasi kepemudaan, mahasiswa, komunitas pecinta alam, serta sejumlah pihak lainnya.
Dari HPI POU, kegiatan diikuti Humas dan CSR HPI POU Paulus Nokus, Manager Humas Region 1 Suryadi Ginting, serta CSR Coordinator Region 1 Ferry Budi Rakhmad.

Humas dan CSR HPI POU Paulus Nokus dalam sambutannya mengatakan, penanaman pohon merupakan salah satu program yang selama ini dijalankan perusahaan.
“Menanam pohon sudah menjadi program kita. Kalau dikalkulasi, wilayah kerja kita di empat kabupaten, termasuk Landak, Sanggau dan Sintang, ada sekitar 2.000 sampai 3.000 hektar,” ujar Paulus.
Menurut dia, dukungan terhadap kegiatan penghijauan yang digagas IWO Landak merupakan bentuk kolaborasi yang sejalan dengan program perusahaan di bidang lingkungan.
Paulus mengatakan, pihaknya terbuka untuk kembali mendukung kegiatan serupa pada masa mendatang.
“Kalau ada kegiatan-kegiatan berikutnya, yang namanya menanam pohon kita tetap support, karena itu menjadi misi kita juga di kebun,” katanya.
Ia berharap gerakan penghijauan tersebut tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi dapat berkembang dan melibatkan lebih banyak organisasi maupun masyarakat.
“Harapannya, kegiatan hari ini bisa menyebar ke mana-mana. Jadi tidak hanya IWO, tetapi organisasi-organisasi lain yang punya visi yang sama,” ucap Paulus.

Jurnalis beri contoh nyata
Ketua IWO Landak L Sahat Tinambunan mengatakan, kegiatan penanaman pohon merupakan bentuk aksi nyata jurnalis dalam mendorong kepedulian terhadap lingkungan.
Menurut Sahat, jurnalis tidak hanya memiliki peran menyampaikan informasi mengenai lingkungan melalui pemberitaan, tetapi juga dapat terlibat langsung dalam kegiatan yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Jurnalis itu memang memberikan contoh nyata kepada masyarakat untuk menanam pohon. Jadi kita tidak hanya sekadar memberitakan, tetapi saat ini kita melakukan action nyata,” kata Sahat.
Ia menambahkan, kegiatan tersebut terlaksana berkat dukungan berbagai pihak, termasuk KPH dan HPI POU.
“Intinya rekan-rekan jurnalis juga terlibat semua,” ujarnya.
250 bibit pohon ditanam dan dibagikan
Sahat menjelaskan, dalam kegiatan tersebut tersedia sekitar 250 bibit pohon.
Sebagian bibit ditanam secara simbolis di kawasan Riam Angan Tembawang. Sekitar 30 bibit ditanam dalam rangkaian kegiatan seremonial, sementara sekitar 50 bibit lainnya ditanam oleh komunitas pecinta alam dan mahasiswa.
“Jumlah bibit yang tersedia itu 250. Ada 30-an bibit yang ditanam di sekitar sini. Kemudian ditambah pecinta alam dan mahasiswa sekitar 50-an yang ditanam di area ini,” jelas Sahat.
Sementara bibit yang tersisa diserahkan kepada pemerintah desa untuk selanjutnya dibagikan kepada masyarakat.

Dorong tanaman produktif
Sahat menegaskan, IWO Landak berkomitmen menjaga konsistensi program yang berkaitan dengan isu lingkungan.
Ia mengatakan, penghijauan juga dapat diarahkan pada penanaman tanaman buah yang memiliki nilai produktif dan ekonomi bagi masyarakat.
“Program utama kita memang lebih ke isu lingkungan,” katanya.
Menurut Sahat, perkembangan perkebunan kelapa sawit perlu diimbangi dengan upaya menjaga keberadaan tanaman lainnya, termasuk tanaman buah.
“Kita mengajak masyarakat bahwa selain sawit, seharusnya kita juga menyisipkan tanaman buah. Tanaman buah itu sebenarnya produktif dan nilai ekonominya bagus kalau dipelihara dengan baik,” ujar Sahat.
Ia berharap gerakan tersebut dapat menjadi salah satu cara mendorong masyarakat Landak untuk menjaga keseimbangan antara aktivitas ekonomi dan kelestarian lingkungan.

















