banner 468x60
Pontianak

Dari Ingin Kalahkan Teman, Amira Kini Berlari Mengejar Prestasi

×

Dari Ingin Kalahkan Teman, Amira Kini Berlari Mengejar Prestasi

Sebarkan artikel ini

PONTIANAK – Keinginan sederhana untuk mengalahkan teman sekolah dalam lomba lari menjadi awal perjalanan Amira Syauqia menekuni dunia atletik. Dari motivasi kecil itu, siswi SD Mujahidin Pontianak ini mulai menapaki jalan prestasi di lintasan lari Kalimantan Barat.

Usianya baru 10 tahun. Namun, semangat Amira untuk berkompetisi tak kalah dari atlet yang lebih senior. Teranyar, ia menorehkan prestasi dalam kejuaraan Khatulistiwa Track & Field 2026 dengan meraih hasil membanggakan pada tiga nomor perlombaan.

Amira finis di posisi pertama pada nomor 80 meter dan 200 meter putri. Sementara pada nomor estafet 4×50 meter campuran, ia bersama rekan-rekannya dari SD Mujahidin harus puas menempati posisi kedua.

Tiga capaian tersebut menjadi bukti perkembangan kemampuan Amira dalam menekuni cabang olahraga atletik. Namun, prestasi itu bukan datang begitu saja. Di balik medali dan podium juara, ada rutinitas latihan yang menuntut kedisiplinan sejak usia dini.

Kini, tantangan yang lebih besar menanti. Amira dipercaya memperkuat kontingen atletik Kota Pontianak dalam Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XIV Kalimantan Barat 2026.

Bagi Amira, Porprov kali ini menjadi pengalaman pertamanya tampil dalam ajang olahraga tingkat provinsi tersebut. Kesempatan itu sekaligus menjadi ruang untuk menguji kemampuan, menambah pengalaman bertanding, dan memberikan hasil terbaik bagi kota yang dibelanya.

Persiapan menuju kompetisi itu pun dijalani dengan kesungguhan. Setiap hari, Amira harus membagi waktu antara latihan dan sekolah. Bahkan, pagi hari belum sepenuhnya terang ketika ia sudah berada di lintasan atletik untuk menjalani pemusatan latihan atau training center (TC).

“Paling berat itu sebelum berangkat ke sekolah. Subuh hari saya sudah ada di lintasan atletik untuk TC persiapan Porprov. Setelah latihan, lalu ke sekolah. Sore hari latihan lagi,” ujar Amira.

Rutinitas tersebut menjadi bagian dari proses yang harus dijalani untuk meningkatkan kemampuan dan menjaga kesiapan menghadapi persaingan. Di usianya yang masih belia, Amira mulai belajar bahwa prestasi bukan sekadar tentang siapa yang paling cepat mencapai garis finis, melainkan juga tentang kedisiplinan, ketekunan, dan keberanian menghadapi tantangan.

Ia pun berharap penampilan perdananya di Porprov dapat memberikan hasil terbaik bagi Kota Pontianak.

“Mudah-mudahan di Porprov pertama kali ini, saya bisa memberikan hasil terbaik buat Kota Pontianak,” katanya.

Perjalanan Amira mengingatkan bahwa mimpi besar tak selalu bermula dari cita-cita yang muluk. Terkadang, semuanya berawal dari keinginan sederhana seorang anak untuk mengalahkan temannya dalam sebuah perlombaan.

Kini, keinginan itu telah membawanya melangkah lebih jauh. Dari lintasan sekolah hingga arena kompetisi tingkat provinsi, Amira terus berlari, bukan hanya mengejar garis finis, tetapi juga membuka jalan menuju prestasi yang lebih besar.