banner 468x60
Aksara Landak

Jembatan Perintis Garuda di Aur Sampuk Landak Buka Akses Warga dan Permudah Anak ke Sekolah

×

Jembatan Perintis Garuda di Aur Sampuk Landak Buka Akses Warga dan Permudah Anak ke Sekolah

Sebarkan artikel ini

LANDAK – Kehadiran Jembatan Perintis Garuda di Desa Aur Sampuk, Kecamatan Sengah Temila, Kabupaten Landak, Kalimantan Barat, menjadi akses penting bagi masyarakat, khususnya warga Dusun Sepatah.

Jembatan tersebut diharapkan dapat memperlancar mobilitas warga sekaligus mendukung aktivitas pendidikan, sosial, dan perekonomian masyarakat setempat.

Dukungan terhadap keberadaan jembatan ditunjukkan melalui kegiatan yang digelar di sekitar Jembatan Perintis Garuda, Senin (28/9/2026).

Kegiatan itu diikuti warga bersama Pemerintah Desa Aur Sampuk, perangkat desa, tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh agama, serta para guru dan murid SD Sepatah.

Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Desa Aur Sampuk Ruspiandi, Kepala Dusun Sepatah Sahril, Babinsa Sertu Juntino, Linmas, perangkat desa, serta masyarakat Dusun Sepatah.

Permudah akses pendidikan

Jembatan Perintis Garuda tidak hanya menjadi penghubung antarwilayah, tetapi juga dinilai memiliki peran penting dalam menunjang aktivitas sehari-hari masyarakat.

Salah satunya dalam mendukung mobilitas anak-anak menuju sekolah.

Keberadaan jembatan diharapkan dapat memberikan akses yang lebih mudah bagi warga untuk menjalankan aktivitas pendidikan, sosial, maupun kegiatan ekonomi.

Selain itu, jembatan tersebut menjadi bagian dari upaya membuka konektivitas masyarakat di wilayah pedesaan yang membutuhkan akses penghubung.

Kehadiran infrastruktur ini juga menjadi momentum memperkuat kebersamaan antara TNI, pemerintah desa dan masyarakat dalam mendukung pembangunan di wilayah pedesaan.

TNI dorong masyarakat jaga jembatan

Dandim 1210/Landak Letkol Inf Doni Prasetyo, S.Hub.Int., M.I.P., mengatakan pembangunan infrastruktur yang mampu membuka akses masyarakat merupakan hal penting, terutama bagi wilayah yang membutuhkan konektivitas antarkawasan.

Menurut Doni, fungsi jembatan tidak sebatas menghubungkan dua wilayah secara fisik.

“Jembatan bukan hanya sekadar sarana penghubung secara fisik, tetapi juga menjadi penghubung aktivitas, pendidikan, perekonomian dan kehidupan sosial masyarakat,” ujar Doni.

Ia menyambut baik semangat kebersamaan masyarakat dalam memanfaatkan dan menjaga keberadaan Jembatan Perintis Garuda.

Doni mengatakan TNI melalui jajaran kewilayahan akan terus hadir bersama masyarakat dan pemerintah desa untuk mendukung berbagai kegiatan yang memberikan manfaat bagi kepentingan masyarakat.

Ia juga berharap masyarakat dapat bersama-sama menjaga infrastruktur tersebut agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.

Dengan adanya Jembatan Perintis Garuda, akses masyarakat Dusun Sepatah diharapkan semakin terbuka dan mobilitas warga, termasuk anak-anak menuju sekolah, dapat berjalan lebih lancar.