KETAPANG – Bupati Ketapang Alexander Wilyo menegaskan bahwa kemajuan daerah tidak hanya ditentukan oleh kekayaan sumber daya alam (SDA), tetapi juga kualitas sumber daya manusia (SDM) yang unggul, berakhlak, dan berdaya saing.
Hal itu disampaikan Alexander saat menghadiri Wisuda Sarjana ke-XX Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Al-Haudl Ketapang Tahun Akademik 2026/2027 di Hotel Borneo Ketapang, Sabtu (17/10/2026).
Dalam sambutannya, Alexander mengucapkan selamat kepada seluruh wisudawan dan wisudawati yang telah menyelesaikan pendidikan sarjana. Ia berharap para lulusan dapat berkontribusi dalam meningkatkan kualitas SDM sekaligus mendukung pembangunan Kabupaten Ketapang.
Menurut Alexander, kualitas manusia menjadi faktor penting dalam menentukan keberhasilan pembangunan. Ia mencontohkan Jepang dan Singapura sebagai negara yang mampu berkembang melalui penguatan pendidikan, kualitas SDM, dan karakter masyarakat.
Karena itu, ia menilai pembangunan daerah harus berjalan seiring dengan peningkatan mutu pendidikan dan pembentukan karakter generasi muda.
Alexander juga mengapresiasi para pendiri, pembina, pengurus, serta civitas akademika STAI Al-Haudl Ketapang yang telah berkontribusi dalam pengembangan pendidikan di daerah.
Ia menyambut baik upaya transformasi yang dilakukan STAI Al-Haudl untuk beradaptasi dengan perkembangan zaman dan meningkatkan kualitas pendidikan.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2025, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Ketapang tercatat sebesar 71,30.
Capaian tersebut, menurut Alexander, perlu menjadi motivasi untuk terus memperluas akses pendidikan, meningkatkan kualitas pembelajaran, menekan angka putus sekolah, serta membuka kesempatan bagi generasi muda untuk melanjutkan pendidikan hingga perguruan tinggi.
Ia menegaskan, pembangunan Ketapang bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, melainkan juga membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.
Kepada para lulusan, Alexander berpesan agar tidak hanya berorientasi mencari pekerjaan setelah menyelesaikan pendidikan. Ia mendorong sarjana untuk berani menciptakan lapangan kerja, mengembangkan potensi daerah, dan mengambil bagian dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Di tengah perkembangan teknologi dan perubahan zaman, para lulusan juga diingatkan agar tetap menjaga integritas, idealisme, dan jati diri. Penguasaan ilmu pengetahuan, kata dia, harus diimbangi dengan nilai-nilai agama, budaya, serta akhlak yang baik.
“Ketapang adalah rumah besar kita bersama. Rumah ini harus kita jaga, rawat, dan bangun bersama-sama,” kata Alexander.
Melalui momentum wisuda tersebut, Pemerintah Kabupaten Ketapang berharap lulusan STAI Al-Haudl menjadi generasi yang berilmu, berakhlak, mandiri, dan mampu bersaing.
Para sarjana diharapkan tidak hanya menjadi pencari kerja, tetapi juga mampu menghadirkan gagasan, inovasi, dan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah menuju Ketapang yang semakin maju dan sejahtera.

















