KETAPANG – Antrean kendaraan di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, mulai terurai dan berangsur normal pada Senin (19/10/2026).
Kondisi tersebut terlihat dari aktivitas pengisian bahan bakar minyak (BBM) yang berlangsung lebih tertib dibandingkan hari-hari sebelumnya.
Bupati Ketapang Alexander Wilyo turun langsung memantau kondisi di lapangan, termasuk di SPBU Jalan DI Panjaitan. Dalam kesempatan itu, ia menyapa warga dan pengendara yang sedang mengantre untuk mengetahui kondisi distribusi BBM secara langsung.
Alexander menyampaikan rasa syukur atas perkembangan situasi yang mulai membaik. Meski demikian, ia menegaskan pemerintah daerah akan terus mengawal ketersediaan dan kelancaran distribusi BBM agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi.
“Saya akan terus berkoordinasi dengan Pertamina agar pasokan dan distribusi berjalan lancar,” ujar Alexander.
Ia juga meminta agar Pertamina Patra Niaga menjaga stabilitas pasokan BBM dan memberikan perhatian terhadap kebutuhan masyarakat di Kabupaten Ketapang.
Menurutnya, kelancaran distribusi BBM penting untuk menunjang aktivitas masyarakat serta mendukung kegiatan ekonomi daerah.
Minta Aparat Tindak Tegas Penyelewengan BBM
Selain memantau pasokan, Alexander mengingatkan semua pihak agar tidak memanfaatkan situasi distribusi BBM untuk kepentingan pribadi.
Ia menyoroti potensi praktik penimbunan dan penyelewengan distribusi yang dapat memperburuk kondisi serta merugikan masyarakat.
Alexander pun mendorong aparat penegak hukum, khususnya Polres Ketapang, untuk mengambil tindakan tegas apabila ditemukan dugaan pelanggaran dalam penyaluran BBM.
“Jika ada dugaan penyelewengan dalam distribusi, seperti penimbunan dan sebagainya, saya mendorong Polres Ketapang mengambil tindakan tegas,” katanya.
Pemerintah Kabupaten Ketapang berharap kondisi antrean BBM terus membaik dan distribusi kembali berjalan normal. Dengan pasokan yang terjaga dan pengawasan yang optimal, masyarakat diharapkan dapat kembali beraktivitas dengan nyaman tanpa terkendala ketersediaan bahan bakar.

















