banner 468x60
Info Ketapang

Bupati Ketapang Hadiri Festival Seni Budaya Balai Berkuak II, Perkuat Persatuan Lintas Etnis

×

Bupati Ketapang Hadiri Festival Seni Budaya Balai Berkuak II, Perkuat Persatuan Lintas Etnis

Sebarkan artikel ini

KETAPANG – Bupati Ketapang Alexander Wilyo, S.STP., M.Si menghadiri Festival Seni Budaya Balai Berkuak II yang digelar di halaman Kantor Camat Simpang Hulu, Selasa (9/9/2025). Kegiatan ini menjadi ajang pelestarian budaya sekaligus penguatan persatuan masyarakat lintas etnis di Kabupaten Ketapang.

Rangkaian festival diawali dengan karnaval seni budaya yang dimulai dari Hotel Virgo menuju halaman Kantor Camat Simpang Hulu. Karnaval tersebut diikuti seluruh etnis yang ada di Kecamatan Simpang Hulu, menampilkan kekayaan seni dan tradisi yang hidup berdampingan secara harmonis.

Festival Seni Budaya Balai Berkuak II berlangsung meriah dengan melibatkan berbagai etnis, di antaranya Dayak, Melayu, Tionghoa, Jawa, Batak, Flobamora, serta etnis lainnya yang ada di wilayah tersebut. Keberagaman ini menjadi cerminan kuatnya toleransi dan kebersamaan masyarakat Ketapang.

Kegiatan ini secara resmi dibuka oleh Wakil Gubernur Kalimantan Barat Krisantus Kurniawan, S.IP., M.Si yang ditandai dengan pemukulan gong. Dalam sambutannya, Wakil Gubernur menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya festival budaya sebagai wadah kebersamaan, pelestarian adat, dan penguatan persatuan lintas suku dan agama.

“Kegiatan seperti ini menjadi momentum penting yang memperlihatkan kekompakan, gotong royong, dan keharmonisan masyarakat. Kabupaten Ketapang telah menjadi pelopor dan patut dicontoh oleh kabupaten lain di Kalimantan Barat,” ujar Wagub.

Ia juga menekankan pentingnya menjaga keaslian dan originalitas budaya dalam setiap penampilan seni dan tradisi agar nilai-nilai luhur tidak tergerus oleh arus modernisasi.

Sementara itu, Bupati Ketapang menyampaikan terima kasih atas dukungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat, seluruh panitia, serta pihak swasta yang telah berpartisipasi menyukseskan kegiatan tersebut.

“Saya berharap Festival Seni Budaya Balai Berkuak ini dapat terus menjadi agenda tahunan yang semakin besar dan dikenal hingga tingkat nasional bahkan internasional,” ungkap Bupati.

Festival yang berlangsung pada 9–13 September 2025 ini menampilkan beragam atraksi seni, tarian tradisional, musik daerah, serta pameran kerajinan dari berbagai suku di Kabupaten Ketapang. Selain sebagai hiburan, kegiatan ini juga menjadi sarana edukasi bagi generasi muda untuk mencintai dan melestarikan budaya leluhur.

“Dengan semangat kebersamaan, kita menjadikan kegiatan budaya sebagai sarana memperkuat persatuan, menumbuhkan rasa cinta tanah air, serta memperkokoh identitas lokal yang berkontribusi bagi pembangunan daerah dan bangsa,” tegas Bupati.

Bupati juga berharap Festival Seni Budaya Balai Berkuak yang saat ini digelar di tingkat desa dapat dikembangkan menjadi festival tingkat kecamatan dan dikolaborasikan dengan Gawai Adat Nyapat Tahun. Ke depan, ia juga mendorong agar kegiatan ini melibatkan Kecamatan Simpang Dua sehingga dapat berkembang menjadi Festival Seni Budaya Simpang.