banner 468x60
Pontianak

Belum Ditemukan Kasus Virus Nipah, Dinkes Pontianak Perketat Kewaspadaan

×

Belum Ditemukan Kasus Virus Nipah, Dinkes Pontianak Perketat Kewaspadaan

Sebarkan artikel ini

 

PONTIANAK – Dinas Kesehatan Kota Pontianak memastikan hingga kini belum ditemukan kasus penularan virus Nipah di wilayah tersebut. Meski demikian, kewaspadaan tetap ditingkatkan melalui penguatan pengawasan di seluruh fasilitas pelayanan kesehatan.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Pontianak Saptiko mengatakan, seluruh rumah sakit, puskesmas, dan klinik telah diinstruksikan untuk meningkatkan deteksi dini, terutama terhadap pasien dengan gejala infeksi saluran pernapasan.

“Sampai hari ini belum ada temuan kasus virus Nipah di Kota Pontianak. Namun kami tetap meningkatkan pengawasan dan kewaspadaan di semua fasilitas kesehatan,” ujar Saptiko, Rabu (4/2/2026).

Ia menjelaskan, isu virus Nipah menjadi perhatian karena sifat penularannya yang cepat dan tingkat fatalitas yang tinggi. Oleh karena itu, Dinas Kesehatan melakukan pemantauan ketat terhadap kasus-kasus infeksi saluran pernapasan yang datang ke fasilitas layanan kesehatan.

“Pengamatan dilakukan secara menyeluruh, baik di rumah sakit, puskesmas, maupun klinik. Setiap pasien dengan gejala yang mengarah ke infeksi serius akan dipantau lebih lanjut,” kata dia.

Selain pengawasan medis, Dinas Kesehatan juga memperkuat upaya edukasi kepada masyarakat. Tenaga kesehatan diminta aktif memberikan informasi mengenai virus Nipah, termasuk cara penularan dan gejala yang perlu diwaspadai.

Virus Nipah merupakan penyakit zoonosis yang dapat menular dari hewan ke manusia, dengan kelelawar sebagai inang alami. Penularan dapat terjadi melalui kontak dengan air liur atau urin kelelawar yang mencemari makanan atau lingkungan. Antarmanusia, virus ini dapat menyebar melalui cairan tubuh, droplet, maupun batuk.

“Gejala awal umumnya menyerupai flu, seperti demam tinggi, sakit kepala, nyeri otot, mual, dan muntah. Pada kondisi berat, infeksi dapat berkembang menjadi radang otak dan gangguan pernapasan,” ujar Saptiko.

Ia mengimbau masyarakat untuk segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami demam tinggi disertai gangguan pernapasan atau penurunan kesadaran.

“Masyarakat kami minta tetap tenang, tidak panik, tetapi waspada. Jaga kesehatan dan segera periksa jika muncul gejala yang mengarah pada infeksi,” katanya.