banner 468x60
Pontianak

Menanti Naga Bersinar, Ikon Cap Go Meh Pontianak

×

Menanti Naga Bersinar, Ikon Cap Go Meh Pontianak

Sebarkan artikel ini

PONTIANAK – Malam puncak Cap Go Meh di Pontianak selalu memiliki satu momen yang paling ditunggu: parade Naga Bersinar. Replika naga beraneka ukuran, dihiasi ribuan lampu warna-warni, bergerak meliuk di tengah keramaian kota, menghadirkan perpaduan tradisi, seni, dan perayaan yang memikat.

Tradisi ini bukan sekadar tontonan. Dalam beberapa tahun terakhir, Naga Bersinar telah menjelma menjadi identitas khas Cap Go Meh di Kota Khatulistiwa—penanda berakhirnya rangkaian Tahun Baru Imlek sekaligus simbol kebersamaan masyarakat lintas budaya.

Pada perayaan tahun lalu, Cap Go Meh 2576/2025, sebanyak 39 replika naga memukau ribuan pasang mata di sepanjang Jalan Gajah Mada. Cahaya lampu yang memantul di badan naga menciptakan suasana magis, seolah menghadirkan legenda Tiongkok ke ruang kota modern.

Perayaan Cap Go Meh 2577 Kongzili tahun ini kembali digelar dengan rangkaian kegiatan sejak 25 Februari 2026. Agenda diawali Pekan Promosi dan Kuliner di Jalan Diponegoro yang menghadirkan 55 stan kuliner dan produk lokal, menjadi ruang temu antara tradisi dan geliat ekonomi rakyat.

Rangkaian kemudian dilanjutkan dengan ritual buka mata naga—prosesi sakral sebelum naga tampil di hadapan publik—yang dilaksanakan pada 1 Maret 2026 di Klenteng Kwan Tie Bio. Ritual ini dipercaya sebagai simbol “menghidupkan” naga agar membawa keberuntungan dan keselamatan.

Tahun ini, parade akan menampilkan 49 kelompok naga yang dijadwalkan melintas pada 3 Maret 2026 di sepanjang Jalan Gajah Mada. Panjang naga bervariasi, dari sekitar 20 meter hingga yang terpanjang mencapai 118 meter—seluruhnya merupakan hasil kreativitas masyarakat dan komunitas seni lokal.

Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, menyebut karnaval dijadwalkan berlangsung mulai pukul 21.00 WIB hingga 02.00 WIB.

“Kegiatan karnaval dimulai pukul 21.00 WIB hingga batas waktu pukul 02.00 WIB,” ujarnya usai rapat koordinasi jelang Cap Go Meh.

Ia mengimbau masyarakat menjaga ketertiban selama menyaksikan atraksi serta memberikan ruang cukup bagi naga untuk melintas agar pertunjukan berjalan lancar.

Kapolresta Pontianak, Endang Tri Purwanto, menjelaskan pembatasan waktu dilakukan sebagai bentuk penghormatan terhadap bulan suci Ramadan. Untuk memastikan kelancaran acara, setiap kelompok naga diwajibkan mematuhi tata tertib yang telah disepakati bersama aparat dan panitia.

Pengamanan juga melibatkan pendampingan langsung oleh personel Polresta Pontianak di tiap grup naga guna memastikan kegiatan berlangsung sesuai jadwal.

“Apabila hingga batas waktu yang telah ditentukan kegiatan belum selesai, maka akan kami hentikan,” tegasnya.

Selain pengamanan, pemerintah dan panitia telah menetapkan sejumlah kantong parkir, termasuk area gedung parkir dan titik-titik di sekitar Jalan Diponegoro serta Jalan Gajah Mada. Warga diimbau tidak memarkir kendaraan sembarangan karena berpotensi menimbulkan kemacetan hingga kecelakaan lalu lintas.

Di balik gemerlap lampu dan riuh tabuhan genderang, Naga Bersinar bukan hanya parade. Ia adalah cermin keberagaman Pontianak—tradisi yang terus hidup, dirawat masyarakat, dan setiap tahun kembali menyala, menandai harapan baru di awal musim.