banner 468x60
Aksara Landak

Lahan Cetak Sawah di Dusun Semata Mulai Ditanam, Dukung Ketahanan Pangan Keluarga

×

Lahan Cetak Sawah di Dusun Semata Mulai Ditanam, Dukung Ketahanan Pangan Keluarga

Sebarkan artikel ini

LANDAK – Penanaman padi perdana dilakukan Kelompok Tani Semata Tani Andalan pada lahan program Cetak Sawah Rakyat (CSR) di Dusun Semata, Desa Temiang Sawi, Kecamatan Ngabang, Kabupaten Landak. Rabu, 8 April 2026.

Tanam perdana pada lahan program cetak sawah tahun 2025 yang diikuti Bupati Landak, Karolin Margret Natasa ini, menjadi awal baru bagi masyarakat di wilayah yang selama ini bergelut pada usaha perkebunan sawit tersebut. Karena hamparan lahan sawah seluas 16 hektare ini merupakan yang pertama di wilayah Dusun Semata.

Meski belum ditanam pada keseluruhan lahan, karena masih harus diolah lebih lanjut namun tanam perdana ini diharapkan bisa menjadi percontohan bagi warga.

Saat diwawancara, Karolin mengatakan, banyak tantangan yang harus dihadapi karena pertanian padi sawah merupakan hal baru bagi masyarakat di wilayah perkebunan sawit tersebut.

“Tapi saya yakin bisa jika semua pihak mau bergotong-royong,” katanya.

Disampaikannya masih ada beberapa kendala karena lokasi lahan yang sebelumnya hutan rawa yang baru dibuka. Seperti kondisi tanggul, pengairan, kemudian pematangan lahan.

Namun kelompok tani bekerja sama dengan pihak CU (Credit Union) untuk biaya penyewaan alat berat pembersihan lahan dengan skema cicil dari hasil panen nantinya.

“Para petani di sini baru belajar mau bersawah, tapi saya sangat senang melihat semangatnya,” imbuhnya.

Karolin berharap, semangat warga tersebut bisa terus menjadi energi bagi mereka, hingga nati lahan sawah tersebut berhasil dan bisa mencukupi kebutuhan pangan keluarga.

Dengan potensi lahan yang ada tersebut, Karolin menyebut, pemerintah daerah akan mengusulkan pembangunan irigasi melalui Satker Kementerian Pertanian yang saat ini memiliki wewenang terkait irigasi.

Sementara Ketua Kelompok Tani Semata Tani Andalan, Nikolaus Supin, memastikan akan terus mengawal pembinaan warga yang baru bertani padi sawah tersebut.

“Saya mau mendedikasikan diri saya di tempat ini, membina petani, bertani, dan ini akan kita ke depannya terintegrasi pertanian, perikanan. Karena kita lihat airnya bagus, di sini juga saya akan tanam kelapa,” jelasnya.

Supin mengatakan, skema pembiayaan melalui CU saat ini sudah dijalankan untuk mengelola lebih lanjut lahan yang saat ini masih harus dibersihkan dari sisa-sisa puing pepohonan. Termasuk membuat tanggul dan lain-lain.

Selain dirinya, petani lainnya juga ikut dalam skema pembiayaan tersebut untuk memastikan lahan yang sudah dibuka bisa ditanami padi dengan baik.

“Petani-petani lain juga, yang lahannya 0,3 hektare itu pinjam 5 juta, dicicil selama 60 bulan, 200 ribu,” terangnya.