Aksaraloka.com, Sambas – Penantian penuh harap keluarga dan warga Desa Saing Rambi, Kecamatan Sambas, Kabupaten Sambas, berakhir pilu.
Rizki (23), pemuda yang dilaporkan hilang sejak dua hari lalu, ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di Sungai Sambas Kecil, Selasa (28/4/2026) sekitar pukul 17.10 WIB.
Suasana di tepian sungai sore itu dipenuhi keheningan. Langit tampak mendung, sementara warga berdiri menatap aliran air yang perlahan, menunggu kabar yang sejak awal mereka takuti.
Di tengah kerumunan, keluarga korban terlihat tak kuasa menahan kecemasan. Sang ibu terus menangis dengan mata sembab, sementara ayah korban hanya bisa menatap kosong ke arah sungai.
Ketika kabar penemuan jasad Rizki terdengar, tangis pun pecah.
Suara histeris keluarga menggema, memecah sunyi di tepian sungai. Warga yang menyaksikan hanya bisa tertunduk, larut dalam duka.
Koordinator Pos SAR Sintete, Zulhijah, membenarkan penemuan tersebut. Ia menyebut korban ditemukan tidak jauh dari lokasi awal diduga tenggelam.
“Korban ditemukan sekitar pukul 17.10 WIB dalam keadaan meninggal dunia. Selanjutnya langsung dievakuasi dan dibawa ke RSUD Sambas menggunakan mobil Basarnas untuk diserahkan kepada pihak keluarga,” ujarnya.
Ia juga mengapresiasi seluruh unsur yang terlibat dalam proses pencarian.
Sebelumnya, Rizki dilaporkan hilang sejak Minggu (26/4/2026) malam setelah meninggalkan rumah sekitar pukul 18.30 WIB menggunakan sepeda motor. Namun hingga keesokan harinya, ia tak kunjung kembali.
Kekhawatiran keluarga semakin besar saat sepeda motor dan barang milik korban ditemukan di atas jembatan Sungai Sambas Kecil pada Senin pagi. Temuan itu memicu dugaan bahwa Rizki tenggelam.
Warga sempat melakukan pencarian awal, namun hasilnya nihil. Tim SAR gabungan kemudian dikerahkan dengan berbagai peralatan, mulai dari perahu karet hingga perlengkapan selam.
Selama dua hari, pencarian dilakukan tanpa henti oleh Basarnas Pontianak, Sat Polairud Polres Sambas, TNI-Polri, tenaga medis, serta warga setempat. Hujan yang sempat turun tak menyurutkan semangat mereka.
Teman-teman korban juga ikut menyisir sungai menggunakan sampan, berharap Rizki dapat ditemukan dalam keadaan selamat.
Namun harapan itu tak terwujud.
Jenazah Rizki kemudian dibawa ke RSUD Sambas sebelum diserahkan kepada pihak keluarga.
Tangis keluarga pecah sepanjang perjalanan, mengiringi kepulangan sang anak untuk terakhir kalinya.
Setibanya di rumah duka, suasana kembali dipenuhi isak tangis. Warga berdatangan memberikan doa dan dukungan.
Kepergian Rizki meninggalkan luka mendalam bagi keluarga dan warga. Sungai Sambas Kecil yang biasanya tenang, kini menjadi saksi bisu duka yang tak terlupakan.











