banner 468x60
INFO PEMPROV KALBAR

Gubernur Ria Norsan Ajak IKAMA Kalbar Rajut Keharmonisan di Bumi Khatulistiwa

×

Gubernur Ria Norsan Ajak IKAMA Kalbar Rajut Keharmonisan di Bumi Khatulistiwa

Sebarkan artikel ini

PONTIANAK – Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan menghadiri acara Halal Bihalal dan Pelantikan Pengurus Dewan Pimpinan Wilayah Ikatan Keluarga Madura di Pendopo Gubernur Kalbar, Minggu (10/5/2026).

Kegiatan tersebut dirangkai dengan pengukuhan pengurus IKAMA Kalimantan Barat dan dihadiri sejumlah tokoh masyarakat, organisasi kemasyarakatan, serta jajaran pemerintah daerah.

Dalam sambutannya, Ria Norsan menekankan pentingnya menjaga persatuan dan keharmonisan di tengah keberagaman etnis yang hidup berdampingan di Kalimantan Barat.

Ia bahkan sempat berkelakar mengenai perbedaan karakter dirinya dengan Wakil Gubernur Kalbar Krisantus Kurniawan yang menurutnya justru menjadi kekuatan dalam memimpin daerah.

“Kalau saya ini pembawaannya tidak begitu kalem, beliau sedikit tegas sehingga kami berdua ini cocok. Kalau ada apa-apa, saya diam, Bapak maju dulu sebagai pengumpan peluru,” ujar Ria Norsan disambut tawa hadirin.

Menurutnya, terdapat sekitar 24 etnis yang hidup berdampingan di Kalimantan Barat. Karena itu, seluruh paguyuban, termasuk IKAMA, diharapkan mampu memperkuat harmoni sosial di tengah masyarakat.

“Siapapun yang tinggal di Kalbar wajib menjaga kondusivitas agar tetap harmonis. Tidak ada suku yang merasa lebih hebat atau lebih tinggi dari yang lain,” tegasnya.

Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat mengedepankan musyawarah dan mufakat dalam menyelesaikan persoalan.

“Kalau ada masalah yang besar, mari kita kecilkan. Tapi kalau ada masalah yang kecil, mari kita selesaikan dengan musyawarah dan mufakat, duduk bersama,” katanya.

Sementara itu, Krisantus Kurniawan menyebut Kalimantan Barat sebagai miniatur Indonesia karena dihuni berbagai suku bangsa. Ia menegaskan komitmennya bersama Gubernur untuk menjadi perekat seluruh etnis di Kalbar.

“Perbedaan itu indah. Seperti taman yang ditanami berbagai jenis bunga warna-warni, ia akan jauh lebih indah dipandang daripada hanya satu warna saja,” ujarnya.

Wagub juga mengingatkan masyarakat agar bijak menyaring informasi di era digital guna menghindari hoaks dan provokasi yang dapat memecah persatuan.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua IKAMA Kalbar Sunandar menyampaikan pesan khusus kepada generasi muda Madura agar tidak lagi membawa celurit dalam aktivitas sehari-hari.

Ia menegaskan celurit harus diposisikan sebagai simbol budaya dan senjata adat, bukan alat untuk menunjukkan gengsi atau intimidasi.

“Mulai hari ini, saya minta dan saya larang kalian membawa celurit yang terselip di pinggang saat berjalan atau bersosialisasi. Kita tidak ingin menciptakan stereotip negatif seolah-olah orang Madura sedang mencari lawan,” tegas Sunandar.

Sebagai simbol komitmen perdamaian dan persaudaraan lintas etnis, pihak IKAMA menyerahkan celurit kepada Krisantus Kurniawan selaku tokoh adat Dayak.

Sunandar juga mengungkapkan bahwa anggota IKAMA di Kalimantan Barat kini hampir mencapai 60 ribu orang yang tersebar hingga tingkat desa.

Dengan kepengurusan baru, IKAMA berharap dapat terus bersinergi dengan pemerintah dan berbagai organisasi masyarakat dalam mendukung pembangunan serta menjaga keharmonisan di Kalimantan Barat.