banner 468x60
Aksara Landak

Bupati Landak Tinjau Jalan Longsor di Desa Angan Tembawang Akses ke Batang Tarang

×

Bupati Landak Tinjau Jalan Longsor di Desa Angan Tembawang Akses ke Batang Tarang

Sebarkan artikel ini

LANDAK – Bupati Landak, Karolin Margret Natasa meninjau langsung kondisi badan jalan yang longsor di Desa Angan Tembawang, Kecamatan Jelimpo, Kabupaten Landak, Selasa (12/5/2026) siang.

Dalam peninjauan tersebut, Karolin didampingi Kepala Dinas PUPR-PERA, Kepala BPBD, Camat Jelimpo, serta pihak Desa Angan Tembawang untuk melihat kondisi akses jalan yang terputus akibat longsor.

Amblasnya badan jalan yang tepat berada pada pinggir gorong-gorong aliran sungai kecil tersebut, disebabkan curah hujan yang tinggi pada Kamis, 7 Mei 2026 lalu.

Akibatnya hampir seluruh bodi jalan ambruk dengan lebar hampir 3 meter sehingga menyebabkan kendaraan roda 4 tidak dapat melintas.

Akses jalan ini termasuk merupakan jalur utama warga, sebab merupakan akses penghubung wilayah Kecamatan Jelimpo yang tembus ke wilayah Kecamatan Balai, Batang Tarang, Kabupaten Sanggau.

Saat diwawancara, Karolin mengatakan, jalan tersebut merupakan jalur penting bagi aktivitas masyarakat karena menjadi akses distribusi logistik dan kebutuhan pokok warga di wilayah tersebut.

“Pada hari ini kita lihat salah satu akses jalan yang terputus. Ini memang batas kita dengan Kabupaten Sanggau, tetapi merupakan alur logistik bagi masyarakat yang ada di sini, baik itu sembako, barang-barang pelayanan, itu melalui jalan ini,” ujar Karolin.

Ia memastikan pemerintah daerah akan berupaya melakukan penanganan sementara agar arus distribusi barang dan kebutuhan masyarakat tetap berjalan lancar.

“Mudah-mudahan nanti bisa kita tangani dulu sementara sehingga arus barang, sembako bisa lancar,” tambahnya.

Selain jalan longsor di Angan Tembawang, Karolin mengungkapkan pihaknya juga menerima sejumlah laporan terkait bencana longsor dan jembatan desa yang putus di beberapa wilayah Kabupaten Landak.

Menurutnya, kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri karena keterbatasan anggaran, terutama setelah tidak adanya dana desa untuk penanganan infrastruktur tertentu.

“Biasanya kalau jembatan antar dusun begitu biasa ditangani dengan dana desa oleh Kades. Kami akan coba koordinasi lagi dengan para Kades apa yang bisa kita lakukan untuk membantu,” katanya.

Karolin menambahkan, pemerintah daerah akan memprioritaskan penanganan jalur-jalur yang dinilai penting agar tetap dapat difungsikan masyarakat.

“Dana cadangan kita juga sangat terbatas, nanti kita akan koordinasikan lagi mana-mana yang bisa kita tangani dulu agar memastikan jalur itu fungsional,” jelasnya.

Termasuk juga menurutnya infrastruktur jembatan di Dusun Jelayan, Desa Meranti, Kecamatan Meranti yang ramai disoroti warga.

“Sama, semua juga putus. Longsor juga ada beberapa rumah yang terkena longsor, sedang dihitung oleh PU,” ungkapnya.

Ia mencontohkan kejadian longsor di wilayah Banyuke Hulu yang saat ini masih dalam pembahasan penanganannya bersama BPBD dan warga setempat.

“Kalau hasil diskusi antara dinas, BPBD dengan warga, memang ada kesulitan tersendiri untuk kita membersihkan atau melakukan pengerukan karena itu perumahan padat, dikhawatirkan rumah lain juga ikut roboh,” katanya.

Pemerintah Kabupaten Landak saat ini masih mencari solusi terbaik, termasuk menyiapkan bantuan bagi warga terdampak bencana.

“Untuk bantuan-bantuan juga untuk para korban sedang dalam proses, kita akan upayakan semaksimal mungkin,” tutup Karolin.