Aksaraloka.com, LANDAK – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Barat menggelar kegiatan Pembinaan Sumber Daya Pelaku Kesenian Tradisional di Kabupaten Landak. Kegiatan tersebut dipusatkan di Rumah Betang Saham melalui Workshop Musik Pengiring Tari Jonggan sebagai upaya pelestarian budaya Dayak Kanayatn, 2 Maret 2026.
Workshop ini menyasar generasi muda setempat, mulai dari pelajar hingga anggota sanggar seni. Para peserta diberikan pelatihan memainkan alat musik tradisional pengiring tari Jonggan seperti dau, agukng, gadobong, soleng, serta sejumlah instrumen pendukung lainnya.
Selain praktik memainkan alat musik tradisional, peserta juga mendapat pemahaman mengenai fungsi musik Jonggan dalam kehidupan masyarakat. Musik Jonggan tidak hanya menjadi pengiring tari, tetapi juga sarana hiburan, media komunikasi melalui pantun, hingga sarana pendidikan nilai kebersamaan dan kearifan lokal.
Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Barat, Sy. Faisal Indahmawan Alkadri, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah dalam menjaga eksistensi kesenian tradisional di tengah perkembangan zaman.
“Pelestarian budaya tidak cukup hanya dikenalkan secara teori, tetapi harus dipraktikkan dan diwariskan langsung kepada generasi muda. Melalui workshop ini, kami ingin anak-anak muda di Landak semakin mengenal, mencintai, dan mampu memainkan musik pengiring tari Jonggan,” ujarnya.
Menurut Faisal, kesenian Jonggan merupakan bagian penting dari identitas budaya masyarakat Dayak Kanayatn yang harus terus dijaga keberlangsungannya. Ia menilai keterlibatan generasi muda menjadi kunci utama agar seni tradisi tidak hilang tergerus modernisasi.
“Kami berharap kegiatan seperti ini dapat melahirkan regenerasi pelaku seni tradisional yang nantinya mampu menjaga dan mengembangkan budaya daerah. Musik Jonggan bukan sekadar hiburan, tetapi juga mengandung nilai persaudaraan, pendidikan, dan kearifan lokal,” tambahnya.
Kegiatan tersebut turut menghadirkan para narasumber yang merupakan pakar dan praktisi musik Jonggan di Kabupaten Landak. Materi yang disampaikan tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga berbasis pengalaman dan tradisi lisan yang masih hidup di tengah masyarakat Dayak Kanayatn.
Disdikbud Kalbar berharap workshop tersebut dapat menjadi ruang pembelajaran budaya sekaligus memperkuat semangat generasi muda untuk terus melestarikan kesenian tradisional Kalimantan Barat.

















