Aksaraloka.com, PONTIANAK – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Kalimantan Barat terus memacu kesiapan sekolah menengah kejuruan dalam menghadapi era transformasi digital. Berkolaborasi dengan Gamelab Indonesia, Disdikbud Kalbar menggelar pelatihan bertajuk “Implementasi AI untuk Pendidikan Vokasi” pada Jumat (24/4/2026).
Kegiatan yang dilaksanakan secara daring melalui platform Zoom Meeting ini menyasar para Kepala Sekolah, Ketua Kompetensi Keahlian (K3), hingga Guru Produktif SMK di seluruh wilayah Kalimantan Barat. Fokus utamanya adalah mengintegrasikan teknologi Artificial Intelligence (AI) ke dalam berbagai disiplin ilmu, mulai dari teknik informatika, desain, hingga manajemen perkantoran.
Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Barat, Syarif Faisal Indahmawan Alkadri, menekankan bahwa penguasaan teknologi mutakhir bagi tenaga pendidik adalah hal yang tidak bisa ditawar lagi.
“Dunia industri saat ini bergerak sangat cepat dengan bantuan AI. Jika guru dan kepala sekolah tidak kita bekali sekarang, maka lulusan SMK kita akan tertinggal. Pelatihan ini adalah langkah konkret untuk memastikan kurikulum kita tetap relevan,” ujar Sy Faisal kepada Aksaraloka.
Berdasarkan keterangan yang dihimpun, kegiatan ini memiliki beberapa tujuan strategis, di antaranya, yakni digitalisasi tata kelola, membantu kepala sekolah dalam melakukan branding dan digitalisasi manajemen pembelajaran.
Kemudian modernisasi kurikulum, untuk memberikan wawasan teknis kepada guru produktif mengenai pemanfaatan alat (tools) AI dalam bidang spesifik seperti Web Development, Network Engineering, Digital Marketing, hingga Automasi Akuntansi, serta peningkatan daya saing guna menyiapkan tenaga pendidik agar mampu melahirkan siswa yang kompeten dan siap kerja di industri masa depan yang berbasis teknologi.
Lebih lanjut, Sy Faisal menyampaikan harapannya agar pelatihan ini tidak berhenti pada seremonial semata, melainkan menjadi pemicu perubahan di ruang kelas.
“Harapan kami, setelah pelatihan ini, para guru dapat langsung mengimplementasikan AI dalam metode mengajar mereka. Kami ingin SMK di Kalimantan Barat menjadi pionir dalam melahirkan sumber daya manusia (SDM) yang tidak hanya paham teori, tapi juga cakap menggunakan teknologi AI di lapangan,” tambahnya.
Dengan partisipasi luas dari berbagai jurusan—mulai dari RPL, DKV, hingga Perhotelan—kegiatan ini diharapkan mampu menciptakan ekosistem pendidikan vokasi yang lebih adaptif, inovatif, dan berstandar global.

















