Aksaraloka.com, PONTIANAK – Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Kalimantan Barat, Syarif Faisal Indahmawan Alkadri, menekankan pentingnya keterbukaan informasi sebagai fondasi utama dalam membangun kepercayaan publik, khususnya di sektor pendidikan, 30 April 2026.
Hal ini disampaikannya dalam rangka memperingati Hari Keterbukaan Informasi Publik (HKIN) 2026. Menurut Faisal, akselerasi keterbukaan informasi di setiap badan publik bukan sekadar kewajiban administratif, melainkan instrumen untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih dan demokratis di Kalimantan Barat.
Faisal berharap momentum peringatan tahun ini menjadi titik balik bagi seluruh jajaran di lingkungan Disdikbud Kalbar untuk lebih proaktif dalam menyajikan data dan informasi yang akurat kepada masyarakat.
“Harapan kita, tidak ada lagi sekat antara pemerintah dan masyarakat dalam mengakses informasi pendidikan. Dengan informasi yang terbuka, kita menciptakan akuntabilitas. Masyarakat bisa ikut mengawasi dan mendukung program-program pendidikan agar tepat sasaran,” ujar Syarif Faisal.
Kepada seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) dan tenaga kependidikan di lingkungan Disdikbud Kalbar, Faisal memberikan pesan tegas agar menjadikan transparansi sebagai budaya kerja.
“Saya meminta seluruh insan Disdikbud dan satuan pendidikan (sekolah) untuk tidak alergi terhadap permintaan informasi. Sekolah harus mampu mengelola informasi, mulai dari penggunaan dana BOS hingga kebijakan akademik, secara transparan sesuai aturan yang berlaku,” tegasnya.
Ia menambahkan bahwa sekolah sebagai unit terdepan pendidikan harus menjadi contoh penerapan keterbukaan informasi publik (KIP).
Lebih lanjut, Faisal juga menyoroti pentingnya pemahaman keterbukaan informasi bagi para siswa. Menurutnya, siswa perlu dididik untuk menjadi generasi yang kritis dan cerdas dalam memilah informasi di era digital.
“Bagi siswa, keterbukaan informasi adalah sarana belajar tentang hak-hak mereka sebagai warga negara. Kita ingin siswa memahami bahwa akses informasi yang benar adalah kunci untuk menangkal hoaks. Dengan keterbukaan, mereka bisa mendapatkan kepastian mengenai layanan pendidikan, beasiswa, dan pengembangan diri tanpa ada yang ditutup-tutupi,” pungkasnya.
Peringatan HKIN 2026 ini diharapkan menjadi momentum bagi Kalimantan Barat untuk terus meningkatkan predikat sebagai provinsi yang informatif, demi terwujudnya pelayanan publik yang lebih prima.

















