Aksaraloka.com, KETAPANG – Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat terus melakukan langkah strategis untuk meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) melalui penguatan sektor pendidikan dan kesehatan. Fokus utama saat ini menyasar pada peningkatan rata-rata lama sekolah dan pemenuhan gizi siswa, 4 Mei 2026.
Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, menegaskan komitmennya untuk mengejar target IPM Kalbar hingga mencapai angka 75. Salah satu upaya konkret yang diluncurkan adalah program pendidikan kesetaraan Paket C bagi masyarakat usia produktif yang belum menyelesaikan jenjang SMA.
“Langkah ini penting untuk meningkatkan kualitas SDM kita. Kita melibatkan SMKN 1 Ketapang dan menggandeng sektor swasta, terutama perusahaan yang memiliki banyak tenaga kerja di wilayah tersebut,” ujar Norsan. Saat ini, IPM Kalbar berada di angka 72,09, sementara Kabupaten Ketapang berada di angka 71.
Senada dengan Gubernur, Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadisdikbud) Kalbar, Sy Faisal Indahmawan Alkadri, menyatakan bahwa pihaknya tengah melakukan pendataan dan perbaikan terhadap infrastruktur sekolah yang kondisinya memprihatinkan
.
Selain infrastruktur fisik, aspek kesehatan siswa juga menjadi prioritas melalui Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Program ini diharapkan dapat berjalan sesuai standar yang ditetapkan, termasuk dalam hal penyediaan fasilitas dapur sekolah yang layak.
“Kami memastikan Program Makan Bergizi Gratis berjalan sesuai standar, termasuk kelengkapan fasilitas dapurnya demi menjamin keamanan pangan bagi para siswa,” pungkasnya.
Langkah kolaboratif antara pendidikan kesetaraan, perbaikan sarana, dan pemenuhan gizi ini diharapkan menjadi motor penggerak utama dalam meningkatkan kualitas SDM dan mendorong kenaikan IPM Kalimantan Barat secara berkelanjutan.

















