Aksaraloka.com, PONTIANAK – Kota Pontianak dilanda rentetan kebakaran selama tiga hari berturut-turut, mulai Jumat (3/7) hingga Minggu (5/7/2026).
Sedikitnya empat lokasi terbakar, terdiri dari enam ruko, satu rumah tinggal, satu home industri tahu, dan dua rumah kopel.
Rangkaian kebakaran itu terjadi di saat masyarakat Kalimantan Barat, khususnya Kota Pontianak, tengah menghadapi pemadaman listrik bergilir yang berlangsung berjam-jam akibat gangguan pasokan listrik.
Peristiwa pertama terjadi pada Jumat (3/7) sekitar pukul 16.00 WIB. Enam unit ruko di Jalan Tanjungpura hangus terbakar.
Api dengan cepat membesar sehingga petugas pemadam kebakaran fokus mencegah kobaran merembet ke bangunan lain.
Kepala Pemadam Kebakaran Vois, Bie Cung, mengatakan pihaknya belum dapat memastikan titik awal maupun penyebab kebakaran karena saat petugas tiba, api sudah membesar.
“Belum bisa dipastikan penyebabnya. Dugaan sementara titik api berada di bagian kiri deretan ruko, namun masih menunggu penyelidikan,” katanya.
Sehari berselang, Sabtu (4/7) malam, dua kebakaran kembali terjadi hampir bersamaan di wilayah Pontianak Utara.
Sebuah rumah di Jalan Selat Panjang Gang Samiken dan home industri tahu di Jalan Parit Pangeran Gang Selamat 1 dilalap api.
Kapolsek Pontianak Utara Kompol Aris mengatakan rumah tersebut terbakar saat dalam keadaan kosong karena pemilik sedang pergi.
Berdasarkan hasil penyelidikan awal, kebakaran diduga dipicu korsleting listrik.
Pada waktu yang hampir bersamaan, kebakaran juga menghanguskan sebagian besar bangunan home industri tahu.
Menurut Aris, aktivitas produksi sengaja dihentikan sejak Sabtu karena wilayah tersebut sering mengalami pemadaman listrik.
“Saat kejadian tidak ada aktivitas produksi dan tidak ada karyawan di lokasi,” ujar Aris.
Seorang saksi juga mengaku sempat mengalami pemadaman listrik. Setelah aliran listrik kembali menyala, ia melihat api muncul dari bagian atap bangunan sebelum akhirnya membesar.
Memasuki hari ketiga, Minggu (5/7) sekitar pukul 10.00 WIB, dua unit rumah kopel di Gang Tengah, Kelurahan Sei Beliung, Pontianak Barat, kembali ludes terbakar.
Kasi Humas Polresta Pontianak AKP Wagitri mengatakan kebakaran pertama kali diketahui penghuni rumah yang terbangun karena merasakan panas di tangannya.
“Saat membuka mata, saksi melihat dinding kamar yang berbatasan dengan rumah sebelah sudah terbakar,” kata Wagitri.
Api dengan cepat menghanguskan dua rumah karena bangunan didominasi material kayu dan triplek.
Seluruh penghuni berhasil menyelamatkan diri sehingga tidak ada korban jiwa.
Hingga kini, penyebab kebakaran pada peristiwa Jumat dan Minggu masih diselidiki polisi.
Sementara dua kebakaran di Pontianak Utara diduga dipicu korsleting listrik.
Rentetan kebakaran yang terjadi selama tiga hari itu menjadi perhatian karena berlangsung di tengah pemadaman listrik bergilir yang masih terjadi di sejumlah wilayah Kalimantan Barat.
Meski demikian, hingga kini belum ada keterangan resmi dari pihak berwenang yang menyatakan adanya hubungan antara pemadaman listrik dengan rangkaian peristiwa kebakaran tersebut.
Penyelidikan terhadap penyebab masing-masing kejadian masih terus dilakukan aparat kepolisian.











