LANDAK – Bupati Landak, Karolin Margret Natasa, mengunjungi korban kebakaran sebuah ruko dua pintu di Jalan Raya Ngabang-Serimbu, Dusun Semabak, Desa Ambarang, Kecamatan Ngabang, pada Jumat (7/8/2026) siang.
Kedatangan Bupati dalam tinjauan tersebut sekaligus untuk menyerahkan bantuan dari Pemerintah Kabupaten Landak kepada korban musibah.
Sebelumnya, bangunan ruko tunggal dua pintu yang berfungsi sebagai bengkel sekaligus rumah tinggal tersebut ludes dilalap si jago merah pada Kamis (6/8/2026) malam sekitar pukul 20.00 WIB.
Bupati Landak, Karolin Margret Natasa, menyampaikan rasa prihatin yang mendalam atas musibah yang menimpa warga Dusun Semabak tersebut.
Mengingat kondisi cuaca saat ini, ia mengimbau seluruh masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran.
“Kami sangat prihatin dengan musibah yang terjadi. Melalui peristiwa ini, kami mengimbau masyarakat untuk berhati-hati, karena memang ini musim kemarau, segalanya kering. Selain kebakaran hutan dan lahan, rumah-rumah juga perlu kita waspadai karena minimnya curah hujan,” ujar Karolin di lokasi kejadian.
Ia juga mengapresiasi kesigapan petugas pemadam kebakaran yang standby di lapangan sehingga api bisa segera dikendalikan dan tidak meluas.
“Namun memang satu rumah ini tidak bisa diselamatkan. Tapi kita juga bersyukur tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini,” tambahnya.
Terkait bantuan yang diserahkan, Pemerintah Kabupaten Landak menyalurkan sejumlah kebutuhan logistik dasar karena hampir seluruh harta benda korban tidak sempat diselamatkan.
“Bantuan yang diberikan hari ini ada bahan makanan, pakaian anak-anak, kasur, family kit, dan pakaian siap pakai. Kemarin warga sempat kesulitan membongkar pintu karena posisi tuan rumah sedang berada di luar dan baru mengetahui kejadian dari tetangga,” jelas Bupati.
Selain bantuan logistik, Pemkab Landak juga memastikan akan memfasilitasi pengurusan dokumen-dokumen penting milik korban yang hangus terbakar. Proses administrasi tersebut nantinya akan diurus oleh Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) dengan fasilitasi dari Dinas Sosial.

Sementara itu, pemilik ruko, Joni, menuturkan bahwa dirinya tidak mengetahui pasti awal mula munculnya api lantaran sedang tidak berada di rumah saat kebakaran terjadi.
“Awal kejadian kurang tahu juga, soalnya saya kan keluar. Dikasih tahu dikasih kabar itu dari HP. Pas saya datang ke sini, rumah sudah kebakaran dan semuanya sudah habis,” ungkap Joni.
Joni menjelaskan bahwa ruko pribadi miliknya tersebut juga digunakan sebagai bengkel motor. Akibat kebakaran ini, selain bangunan, sejumlah kendaraan roda dua yang berada di dalam ruko ikut hangus terbakar.
“Kalau motor pribadi ada dua yang terbakar. Sama motor konsumen yang sedang diservis, ada sekitar 7 sampai 8 buah motor milik langganan yang ikut terbakar di dalam,” pungkasnya.

















