LANDAK – Bupati Landak Karolin Margret Natasa, secara resmi melepas keberangkatan kontingen Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kabupaten Landak untuk mengikuti Jambore Nasional (Jamnas) ke-12 Tahun 2026. Acara pelepasan ini dilangsungkan di Aula Besar Kantor Bupati Landak, Senin (10/8/2026).
Meski memiliki jadwal pemerintahan yang sangat padat, termasuk agenda peresmian fasilitas penerangan masyarakat bersama Presiden RI melalui konferensi video, Karolin tetap menyempatkan diri untuk hadir dan melepas langsung para peserta.
“Hari ini ketemu ya, karena ada peresmian bersama dengan Bapak Presiden melalui Zoom. Tetapi karena adik-adik sudah harus berangkat, apa boleh buat kita tetap laksanakan kegiatan pelepasan hari ini,” ujar Karolin di hadapan para peserta dan tamu undangan.
Kontingen Kabupaten Landak yang diberangkatkan berjumlah 38 orang. Terdiri dari 2 orang pimpinan kontingen, 4 orang pembina pendamping, dan 32 anggota Pramuka Penggalang yang merupakan putra-putri terbaik dari 9 kecamatan aktif di Kabupaten Landak. Seluruh pembiayaan kegiatan ini bersumber dari APBD Kabupaten Landak Tahun 2026.
Rombongan akan memulai perjalanannya menuju Pontianak pada 12 Agustus 2026, sebelum akhirnya bertolak untuk mengikuti rangkaian kegiatan utama Jamnas di Cibubur, Jakarta, selama 11 hari.
Karolin menegaskan bahwa ke-32 anggota Pramuka Penggalang ini bukan sekadar peserta perkemahan biasa, melainkan Duta Daerah yang memikul tanggung jawab besar. Pada Jamnas XII yang mengusung tema
“Pramuka Kolaboratif, Inovatif, dan Mendukung Swasembada Pangan” ini, ia menitipkan empat pesan krusial kepada para peserta.
Pertama, Karolin meminta peserta untuk menjaga nama baik daerah dengan menunjukkan etika dan kepercayaan diri.
“Walaupun kita dari kampung, tapi kita adalah pramuka yang beretika, disiplin, dan ramah. Jangan tidak percaya diri, harus percaya diri. Sampai di sana jangan diam-diam saja, kenalan ya,” memotivasi.
Kedua, ia mengingatkan pentingnya menjaga kesehatan fisik selama mengikuti jadwal Jamnas yang padat dengan mengonsumsi makanan bergizi dan istirahat yang cukup. Ketiga, momen berskala nasional ini harus dimanfaatkan untuk memperluas jaringan persaudaraan.
“Manfaatkan momentum berharga ini untuk berkenalan dengan ribuan sahabat pramuka. Indonesia itu besar sekali, dari Sabang sampai Merauke, dari Miangas sampai Pulau Rote,” tambahnya.
Keempat, Karolin mendorong para peserta untuk berani menampilkan potensi terbaik, baik dari segi seni, budaya, maupun keunggulan Kabupaten Landak di kancah Nusantara.
Selain memberikan arahan kepada peserta, Bupati Karolin juga menitipkan keselamatan dan pembinaan anak-anak kepada para pembina pendamping. Ia berharap pengalaman belajar di alam terbuka ini dapat menjadi kawah candradimuka bagi generasi muda Landak.
“Saya berharap kita bisa menjadi sumber daya manusia yang melahirkan pemimpin-pemimpin baru di masa yang akan datang. Sehingga Kabupaten Landak mampu melahirkan generasi yang tidak hanya berprestasi di tingkat provinsi, tetapi juga mengharumkan nama Kalimantan Barat, bahkan Indonesia,” pungkas Karolin.
Acara pelepasan ditutup dengan prosesi penyematan atribut berupa jaket dan penyerahan tas kontingen secara simbolis oleh Bupati Karolin kepada perwakilan peserta, dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Hymne Satya Dharma Pramuka.

















