PONTIANAK — Setelah lebih dari satu dekade tak merilis karya baru, Sidepony kembali dengan cerita yang berbeda. Trio asal Pontianak itu merilis single “September” pada 18 Agustus 2026 melalui Enamempat Records, sekaligus menghadirkan video lirik.
“September” menjadi karya pertama Sidepony setelah “Melepas Senja”, yang dirilis lebih dari 10 tahun lalu. Namun, kembalinya Dian Gustiansyah, Ajung McAnderson, dan Arbian Octora bukan sekadar nostalgia.
Lagu ini justru menandai fase baru perjalanan mereka. Jika karya-karya Sidepony sebelumnya banyak berbicara tentang pencarian dan perjalanan cinta, “September” hadir dengan sudut pandang yang lebih dewasa: tentang memilih seseorang, membangun komitmen, dan memutuskan untuk menjalani hidup bersama.
“September berbicara tentang fase kehidupan yang lebih serius. Bukan lagi tentang mencari atau sekadar jatuh cinta, tetapi tentang membangun komitmen untuk menjalani hidup bersama,” ujar Dian Gustiansyah.
Lagu yang ditulis Arbian Octora dan Dian Gustiansyah, dengan komposisi musik oleh McAnderson, itu sengaja dikemas sederhana. Liriknya menggambarkan perjalanan seseorang yang telah melewati banyak hal sebelum akhirnya menemukan sosok yang ingin diperjuangkan.
Bagi Sidepony, komitmen dalam sebuah hubungan juga tidak berhenti pada hubungan antara dua manusia.
“Setiap hubungan yang ingin bertahan selamanya membutuhkan penyertaan Tuhan sebagai pondasi utama. Pada akhirnya, cinta bukan hanya tentang dua manusia, tetapi juga tentang bagaimana Tuhan merestui dan menuntun perjalanan mereka,” kata Dian.
Menemukan bentuk setelah dibongkar ulang
Kesederhanaan “September” ternyata tidak lahir dari proses yang sederhana. Sidepony beberapa kali membongkar dan menyusun ulang aransemen sebelum menemukan bentuk yang dianggap paling sesuai dengan cerita lagu.
“Kami beberapa kali membongkar dan menyusun ulang aransemennya hingga menemukan bentuk yang paling nyaman menurut kami. Akhirnya kami memilih pendekatan yang lebih sederhana agar cerita dalam lagunya bisa lebih terasa,” ujar McAnderson.
McAnderson juga menangani proses produksi, rekaman, hingga mixing. Mastering dikerjakan Gita Roni Chandra.
Proses rekaman berlangsung di Djagad Kardja, F Studio, dan AbahAga Studio, dengan dukungan peralatan Hars Studio. Untuk pertama kalinya dalam diskografi Sidepony, mereka juga menggunakan drum sampling. Sementara bagian keyboard diisi Wendy Alfred Samantha.
Bagi Arbian, “September” memiliki hubungan yang cukup dekat dengan perjalanan band yang dibentuk di Pontianak pada 2007 itu.
Lagu tentang perjalanan panjang sebelum seseorang akhirnya menemukan sosok yang pantas diperjuangkan tersebut, menurut dia, secara tidak langsung juga menggambarkan perjalanan Sidepony.
“Kalau dipikir-pikir, rasanya mirip dengan perjalanan Sidepony sendiri,” kata Arbian.
Hampir dua dekade sejak terbentuk, Sidepony telah melewati berbagai fase dan perubahan. Karena itu, kembalinya mereka kali ini bukan upaya untuk mengulang masa lalu.
“Kami sudah melewati banyak fase, banyak perubahan, hingga akhirnya kembali berkarya dengan cerita yang lebih dewasa. Lagu ini bukan tentang kembali ke masa lalu, tetapi tentang melanjutkan perjalanan,” ujar Arbian.
Sidepony dikenal melalui sejumlah lagu seperti “Akankah Dia”, “Dan Bila”, “Melangkah Kembali”, hingga “Melepas Senja”.
Sebagai bagian dari perilisan “September”, Sidepony juga akan menggelar “Jamuan September”, sebuah intimate listening session yang mempertemukan mereka dengan media, komunitas, dan pendengar.
Kini, setelah lebih dari 10 tahun, Sidepony kembali bukan dengan cerita tentang mencari dan menemukan.
Mereka datang dengan cerita yang lebih sederhana sekaligus lebih matang: tentang memilih untuk menetap dan menjalani perjalanan bersama.















