PONTIANAK — Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan menyoroti munculnya simbol dan bendera yang membawa identitas kedaerahan menjelang peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Norsan menilai fenomena tersebut perlu menjadi perhatian bersama agar rasa kebangsaan tidak semakin luntur. Ia mencontohkan adanya penggunaan bendera yang dikaitkan dengan identitas daerah seperti Papua, Aceh, hingga Kalimantan.
“Yang kedua, saya melihat sekarang ini bahwa rasa kebangsaan sudah mulai sedikit menipis,” kata Norsan.
Ia menyebut sejumlah daerah mulai menonjolkan simbol identitas wilayah masing-masing.
“Di Papua sudah menyiapkan bendera Papua, di Aceh sudah menyiapkan bendera Aceh, di Kalimantan sudah menyiapkan bendera Borneo,” ujarnya.
Menurut Norsan, momentum peringatan kemerdekaan seharusnya menjadi pengingat bahwa Indonesia dibangun melalui perjuangan panjang para pahlawan dari berbagai daerah.
Karena itu, ia mengajak masyarakat, terutama generasi muda, untuk kembali memahami sejarah perjuangan bangsa dan menjaga semangat persatuan.
Norsan mengatakan perjuangan generasi saat ini tidak lagi dilakukan dengan senjata maupun bambu runcing. Perjuangan tersebut harus diwujudkan dengan mengisi kemerdekaan melalui kontribusi di berbagai bidang.
“Yang penting kita dalam rangka memperingati hari kemerdekaan Indonesia yang ke-81 ini adalah mengingatkan kepada generasi muda akan pentingnya menghargai jasa-jasa pahlawan yang telah berjuang memerdekakan kita dengan pengorbanan jiwa dan raga,” katanya.
Ia menilai pemahaman sejarah penting ditanamkan sejak dini agar generasi muda tidak kehilangan akar sejarah bangsanya.
Norsan bahkan mengusulkan agar pendidikan mengenai sejarah perjuangan bangsa kembali diperkuat. Ia mengingat kembali mata pelajaran Pendidikan Sejarah Perjuangan Bangsa (PSPB) yang pernah diajarkan pada masa lalu.
“Kalau dulu zaman saya ada pelajaran, namanya pelajaran PSPB, Pelajaran Sejarah Perjuangan Bangsa. Itu harus kita hidupkan kembali,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan pesan Presiden pertama RI Soekarno tentang pentingnya tidak melupakan sejarah.
“Karena Bung Karno mengatakan jangan lupa dengan jas merah, yaitu sejarah,” kata Norsan.
Menurutnya, generasi muda perlu memahami perjalanan bangsa agar mengetahui besarnya pengorbanan para pendahulu dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan.
“Jangan lupa kita bahas sejarah Indonesia, sejarah bangsa kita. Supaya kita tahu perjuangan dan pengorbanan bangsa kita untuk memerdekakan bangsa ini,” pungkasnya.

















