banner 468x60
Ekonomi

Dari Lomba Agustusan hingga Bantuan Sembako, Hangatnya Kemerdekaan di Pesisir Kayong Utara

×

Dari Lomba Agustusan hingga Bantuan Sembako, Hangatnya Kemerdekaan di Pesisir Kayong Utara

Sebarkan artikel ini

KAYONG UTARA — Di Desa Pelapis, Kecamatan Kepulauan Karimata, Kabupaten Kayong Utara, kemerdekaan dirayakan dengan cara yang sederhana: lapangan yang ramai, tawa anak-anak, pertandingan yang sengit, dan kebersamaan warga yang terasa hingga pelosok pesisir.

Tahun ini, Dusun Jaya menjadi pusat perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan RI. Sejak 4 Agustus hingga agenda penutupan pada 24 Agustus 2026, warga bergantian meramaikan berbagai perlombaan tradisional dan hiburan rakyat.

Ada voli dan tarik tambang yang menguras tenaga. Ada pula pertandingan gaplek, kartu remi, dan catur yang menguji strategi. Sementara anak-anak dan warga lainnya dibuat riang oleh lomba panjat pinang dan berbagai permainan khas perayaan kemerdekaan.

Namun, bagi warga Desa Pelapis, perayaan tahun ini bukan sekadar tentang siapa yang menjadi juara.

Ada cerita tentang kebersamaan yang tumbuh antara masyarakat, Karang Taruna, Pemerintah Desa, dan Kawasan Industri Pulau Penebang (KIPP).

Bagi Abdurahman, salah seorang warga, kemeriahan itu terasa semakin lengkap setelah ia berhasil membawa pulang kemenangan dari dua cabang lomba.

“Saya dapat juara di lomba voli dan lomba tarik tambang. Perlombaannya cukup seru. Semoga tahun depan lombanya lebih beragam,” ujarnya.

Di balik kegembiraan itu, Abdurahman juga merasakan manfaat lain dari kehadiran KIPP, terutama bagi warga yang menggantungkan hidup dari laut.

Sebagai nelayan kecil, cuaca menjadi salah satu tantangan terbesar. Ketika angin kencang datang, aktivitas melaut terpaksa dikurangi bahkan dihentikan.

Dalam kondisi tersebut, bantuan kebutuhan pokok dan bahan bakar minyak (BBM) menjadi penopang bagi sebagian warga.

“Alhamdulillah, ada kebaikan dari perusahaan. Jadi setiap bulannya warga dibantu sembako dan BBM. Bantuan-bantuan ini sangat penting, terutama saat musim angin kencang di mana nelayan kecil seperti saya susah berlaut,” tuturnya.

Dukungan KIPP tidak hanya terasa di Desa Pelapis. Semarak kemerdekaan juga didukung di Desa Padang dan Desa Betok, Kecamatan Pulau Karimata.

Dukungan serupa turut menjangkau wilayah Kecamatan Pulau Maya, antara lain Desa Tanjung Satai, Satai Lestari, Kamboja, Dusun Besar, Dusun Kecil, hingga jajaran Pemerintah Kecamatan Pulau Maya.

External Relation Manager KIPP, Sugeng Sulistiyo, mengatakan momentum HUT RI menjadi kesempatan untuk mempererat hubungan perusahaan dengan masyarakat di sekitar wilayah operasional.

“Bagi kami, kemerdekaan bukan hanya momentum untuk diperingati, tetapi juga kesempatan untuk memperkuat kebersamaan antara perusahaan dan masyarakat. KIPP hadir di Desa Pelapis bukan sekadar menjalankan operasional, melainkan sebagai tetangga dan bagian dari keluarga besar masyarakat di sini,” ujarnya.

Menurut Sugeng, keterlibatan perusahaan dalam kegiatan masyarakat merupakan bagian dari upaya membangun hubungan yang positif dan berkelanjutan.

“Kami ingin kehadiran KIPP dapat dirasakan melalui kontribusi yang nyata dan membangun kebersamaan, bukan hanya pada momen tertentu, tetapi secara berkelanjutan. Semoga kebersamaan dalam kegembiraan antara perusahaan dan masyarakat dapat selalu terjaga dengan baik,” tambahnya.

Di pesisir Kayong Utara, kemerdekaan akhirnya menemukan maknanya sendiri. Bukan hanya lewat upacara dan kibaran Merah Putih, tetapi juga melalui ruang-ruang sederhana tempat warga berkumpul, saling mendukung, dan merasakan manfaat kebersamaan.