banner 468x60
Ekonomi

Transformasi Digital Kalbar Terus Diperkuat, Bank Indonesia Dorong Kolaborasi Pemangku Kepentingan

×

Transformasi Digital Kalbar Terus Diperkuat, Bank Indonesia Dorong Kolaborasi Pemangku Kepentingan

Sebarkan artikel ini

AKSARALOKA.COM – Bank Indonesia terus mendorong penguatan transformasi ekonomi dan keuangan digital di Kalimantan Barat melalui peningkatan konektivitas, infrastruktur digital, serta integrasi sistem pembayaran. Langkah tersebut menjadi bagian dari implementasi Blueprint Sistem Pembayaran Indonesia (BSPI) 2030 untuk mewujudkan sistem pembayaran yang semakin efisien, inklusif, aman, dan terkoneksi.

Penguatan konektivitas dan infrastruktur digital menjadi salah satu fondasi penting dalam membangun ekosistem ekonomi dan keuangan digital yang terintegrasi. Bank Indonesia mendorong pemanfaatan teknologi yang tidak hanya mendukung transaksi pembayaran, tetapi juga memperkuat layanan publik, aktivitas ekonomi, inovasi, serta inklusi digital masyarakat.

Di Kalimantan Barat, upaya tersebut salah satunya terlihat di Kota Singkawang. Pemerintah Kota Singkawang memperkuat ruang digital yang aman dan inklusif melalui pengoperasian 61 CCTV terintegrasi di 41 titik strategis serta penyediaan Wi-Fi gratis di berbagai ruang publik utama melalui program SI MATA INDAH.

Keberadaan infrastruktur digital tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas konektivitas masyarakat sekaligus mendukung terciptanya layanan publik yang semakin terintegrasi. Penguatan infrastruktur juga diharapkan dapat membuka ruang yang lebih luas bagi pemanfaatan teknologi dalam aktivitas ekonomi dan pembayaran digital.

Bank Indonesia juga mendorong penerapan prinsip interkoneksi, integrasi, dan interoperabilitas (3I) agar berbagai sistem digital dapat saling terhubung. Penguatan tersebut sejalan dengan agenda BSPI 2030 yang mencakup pengembangan infrastruktur, industri, inovasi, konektivitas internasional, serta Rupiah Digital.

Selain Singkawang, penguatan ekosistem digital di Kalimantan Barat dilakukan melalui berbagai inisiatif di daerah lain. Pemerintah Kota Pontianak memperkuat digitalisasi pajak dan retribusi melalui platform ePonti, sementara Pemerintah Kabupaten Ketapang berupaya mengurangi wilayah blankspot melalui pemeliharaan dan pengoperasian menara BTS BAKTI.

Di wilayah perbatasan, akselerasi digitalisasi pembayaran juga dilakukan melalui LENTERA Batas Negeri 2026 di PLBN Badau serta inisiatif QRIS BETANG (Bangun Ekosistem Transaksi Antar Negara) yang mengintegrasikan digitalisasi di PLBN Entikong, Badau, dan Jagoi Babang. Upaya ini turut mendorong keterlibatan perbankan dan pelaku usaha dalam memperluas transaksi digital, termasuk bagi wisatawan mancanegara.

Penguatan ekosistem ekonomi dan keuangan digital tersebut menjadi bagian dari agenda FEKDI x IFSE 2026 yang berlangsung pada 24–26 September 2026 di JICC Jakarta. Forum ini menjadi ruang sinergi antara pemerintah, Bank Indonesia, industri keuangan, dunia usaha, dan pemangku kepentingan untuk mempercepat transformasi ekonomi dan keuangan digital.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Barat, Doni Septadijaya mengatakan penguatan konektivitas dan infrastruktur digital perlu berjalan seiring dengan kolaborasi antar pemangku kepentingan agar transformasi digital dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat dan mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.