banner 468x60
Ekonomi

Transaksi Tembus Rp6,5 Triliun, Norsan Dorong Ekonomi Kreatif dan Perluasan QRIS di Kalbar

×

Transaksi Tembus Rp6,5 Triliun, Norsan Dorong Ekonomi Kreatif dan Perluasan QRIS di Kalbar

Sebarkan artikel ini

AKSARALOKA.COM – Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan mendorong pengembangan ekonomi kreatif dan digitalisasi transaksi sebagai bagian dari upaya memperkuat pertumbuhan ekonomi daerah. Hal tersebut disampaikannya saat melepas peserta Lomba Karnaval Kemerdekaan dan Drum Band se-Kalimantan Barat dalam rangkaian Pontianak Carnaval Khatulistiwa (PACAK) yang dirangkaikan dengan Pekan QRIS Nasional (PQN) 2026 dan Festival Rupiah Berdaulat (FERBI) di Jalan Diponegoro, Pontianak, Minggu (16/8/2026).

Norsan mengatakan, PACAK tidak hanya menjadi ajang hiburan dan perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan RI, tetapi juga menjadi wadah masyarakat menyalurkan kreativitas seni dan budaya. Menurutnya, kegiatan tersebut berpotensi meningkatkan kunjungan wisata sekaligus menggerakkan sektor ekonomi kreatif melalui berbagai karya, termasuk kostum kreatif yang ditampilkan dalam karnaval.

Ia menyebut Kalbar memiliki potensi ekonomi kreatif yang besar, mulai dari kuliner, kriya, seni pertunjukan, seni musik hingga fesyen berbasis wastra daerah. Potensi tersebut, kata Norsan, perlu terus dikembangkan dengan melibatkan generasi muda agar mampu menghasilkan produk kreatif yang berkualitas dan berdaya saing hingga tingkat nasional maupun internasional.

Sejalan dengan pengembangan ekonomi kreatif, Norsan juga mendorong perluasan digitalisasi pembayaran melalui QRIS di berbagai sektor. Pemerintah kabupaten dan kota di Kalbar diharapkan memperluas penggunaan QRIS untuk pembayaran pajak, retribusi, pasar, parkir, pariwisata hingga layanan publik. Sementara itu, industri perbankan diharapkan terus memperkuat keandalan sistem, edukasi digital serta dukungan terhadap UMKM.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Kalimantan Barat Doni Septadijaya mengatakan PQN 2026 mengusung tema “QRIS Antarnegara” yang diarahkan untuk meningkatkan transaksi lintas negara. Menurutnya, tingginya mobilitas masyarakat dari negara tetangga ke Kalimantan Barat menjadi peluang untuk mendorong penggunaan QRIS secara maksimal, khususnya dalam mendukung aktivitas wisata dan transaksi ekonomi di daerah.

Doni mengatakan penggunaan QRIS di Kalbar terus menunjukkan pertumbuhan. Hingga Juni 2026, jumlah pengguna QRIS di Kalbar telah mencapai 875,4 ribu orang, seiring dengan semakin luasnya pemanfaatan pembayaran digital dalam berbagai aktivitas masyarakat.
Pertumbuhan tersebut juga terlihat dari jumlah merchant QRIS yang mencapai 552.673 merchant atau tumbuh 28,94 persen secara tahunan. Sebanyak 74,17 persen merchant tersebut merupakan pelaku usaha mikro, menunjukkan semakin luasnya adopsi pembayaran digital di sektor UMKM.

Dari sisi transaksi, nilai transaksi QRIS di Kalimantan Barat hingga Juni 2026 mencapai Rp6,5 triliun dengan volume 62,9 juta transaksi. Data tersebut menunjukkan QRIS semakin menjadi salah satu pilihan masyarakat dalam melakukan pembayaran secara nontunai.

Bank Indonesia Kalimantan Barat terus memperluas penggunaan QRIS di berbagai sektor, mulai dari transportasi darat melalui QRISTAP DAMRI, transportasi air melalui QRIS Sampan Bardan-Siantan, hingga QRIS Tap di sektor ritel modern. QRIS Cross-Border juga diperkuat, termasuk melalui layanan di Bandara Supadio.

Sebagai daerah perbatasan, BI Kalbar turut mendorong penggunaan QRIS Cross-Border melalui program QRIS BETANG (Bangun Ekosistem Transaksi Antar Negara). Program ini diharapkan memperkuat transaksi antarnegara sekaligus membangun ekosistem pembayaran digital yang inklusif dan terkoneksi dengan aktivitas ekonomi regional maupun internasional.

Penulis: MaskartiniEditor: Angah