banner 468x60
Pontianak

Bukan Sekadar Bungkus, Rumah Kemasan Pontianak Dorong UMKM Naik Kelas

×

Bukan Sekadar Bungkus, Rumah Kemasan Pontianak Dorong UMKM Naik Kelas

Sebarkan artikel ini
Screenshot

PONTIANAK – Bagi pelaku usaha kecil, kemasan bukan lagi sekadar pembungkus. Tampilan produk kini ikut menentukan daya jual dan membangun kepercayaan konsumen.

Menyadari hal itu, Pemerintah Kota Pontianak melalui Dinas Koperasi, Usaha Mikro, dan Perdagangan (DKUMP) menyerahkan bantuan kemasan kepada lima pelaku UMKM, Jumat (21/8/2026).

Bantuan tersebut menjadi bagian dari pemanfaatan Rumah Kemasan milik Pemkot Pontianak yang menyediakan layanan desain dan dukungan kemasan secara gratis bagi pelaku usaha.

Kepala DKUMP Kota Pontianak Ibrahim mengatakan, bantuan diberikan berdasarkan usulan pelaku UMKM dari sejumlah kecamatan. Kemasan yang disalurkan disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing produk.

“Rumah kemasan ini gratis, baik untuk desain maupun bantuan-bantuan lain yang diperlukan pelaku usaha,” ujar Ibrahim.

Sejumlah produk yang mendapatkan dukungan kemasan antara lain akar kelapa, kentang mustofa, stik ubi ungu, minuman, hingga kue gamat. Salah satunya berupa standing pouch dengan desain yang lebih modern.

Menurut Ibrahim, Rumah Kemasan yang telah berjalan sekitar satu tahun tersebut masih belum dimanfaatkan secara maksimal. Karena itu, DKUMP mendorong camat dan lurah ikut menyebarluaskan informasi mengenai fasilitas tersebut kepada pelaku UMKM di wilayah masing-masing.

“Kita harapkan Rumah Kemasan ini dapat berfungsi sesuai dengan fungsinya dan pelaku usaha bisa naik kelas, dari kemasan yang bersifat tradisional menjadi lebih modern,” katanya.

Pemkot tidak hanya menyasar tampilan produk. Pelaku UMKM juga didorong memahami pemasaran digital agar kemasan baru yang lebih menarik dapat diikuti strategi pemasaran yang lebih luas.

Ibrahim mengatakan, program bantuan kemasan akan terus dikembangkan. Pelaku usaha dari kecamatan lain dapat mengajukan usulan agar manfaat Rumah Kemasan menjangkau lebih banyak UMKM.

Bagi Melinda Dwi Tiara Putri (30), bantuan tersebut menjadi langkah kecil yang memberi dampak besar bagi usahanya.

Pemilik Kentang Mustafa Berkah itu menerima 100 standing pouch dengan desain baru. Sebelumnya, produknya hanya menggunakan plastik bening dan stiker sederhana.

“Ini sangat membantu kami selaku UMKM untuk meningkatkan branding. Usaha itu bukan sekadar dari mulut ke mulut, tetapi juga perlu branding, pelayanan, dan pemasaran yang baik,” ujar Melinda.

Saat ini, produk Kentang Mustafa Berkah telah dipasarkan di tujuh lokasi, di antaranya PontiOng.ptk, sejumlah cabang Berkah Jaya Snack, Minimarket Harmonis, dan Kaisar.

Melinda berharap fasilitas yang diberikan Pemkot Pontianak tidak berhenti sebagai program bantuan, tetapi benar-benar dimanfaatkan pelaku UMKM untuk memperkuat bisnis mereka.

“Semoga semua UMKM dapat menyerap fasilitas yang disediakan Pemkot Pontianak. Semakin optimal pemanfaatan teknologi yang ada, akan semakin besar pula peluang berkembangnya bisnis UMKM di Pontianak,” tuturnya.