banner 468x60
INFO PEMPROV KALBAR

Instruksi Prabowo, Norsan Percepat Penanganan Karhutla Kalbar

×

Instruksi Prabowo, Norsan Percepat Penanganan Karhutla Kalbar

Sebarkan artikel ini

 

KUBU RAYA – Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan memastikan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalbar dipercepat menyusul arahan Presiden Prabowo Subianto saat meninjau langsung lokasi karhutla di Desa Limbung, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, Sabtu (22/8/2026).

Norsan mengatakan Presiden meminta seluruh unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) bergerak cepat mengatasi karhutla yang telah memicu kabut asap di sejumlah wilayah Kalbar.

“Pertama arahan beliau kepada Forkopimda agar segera bertindak mengatasi kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan. Kami sangat berterima kasih karena pemerintah pusat memberikan dukungan yang luar biasa untuk Kalimantan Barat,” kata Norsan seusai mendampingi Presiden.

Penguatan penanganan dilakukan dengan menambah armada udara dan personel. Pesawat untuk operasi Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) yang sebelumnya berjumlah empat unit kini menjadi delapan unit.

Sementara itu, 12 helikopter dikerahkan untuk mendukung pemadaman melalui operasi water bombing.

Pemerintah pusat juga menambah sekitar 1.000 personel untuk membantu mempercepat penanganan karhutla di berbagai wilayah Kalbar.

“Kami pemerintah daerah mengucapkan terima kasih kepada Bapak Presiden yang sangat peduli sekali dengan Kalimantan Barat. Bantuan personel, pesawat modifikasi cuaca, hingga helikopter sangat membantu upaya pemadaman di lapangan,” ujarnya.

Ketapang Jadi Prioritas

Norsan mengatakan tambahan personel dan peralatan akan diarahkan ke daerah dengan tingkat kebakaran tertinggi. Ketapang menjadi salah satu wilayah yang mendapat perhatian karena masih terdapat banyak titik api aktif.

Berdasarkan data yang disampaikan Norsan kepada Presiden, luas lahan terbakar di Ketapang telah mencapai lebih dari 12 ribu hektare. Kubu Raya menyusul dengan lebih dari 8 ribu hektare dan Mempawah lebih dari 6 ribu hektare.

Karhutla juga terjadi di Kabupaten Sanggau dan Kayong Utara.

Menurut Norsan, karakteristik kebakaran lahan gambut menjadi salah satu penyebab sulitnya pengendalian api sekaligus tingginya produksi asap.

“Tadi di lapangan saya jelaskan kepada Bapak Presiden bahwa kebakaran gambut itu apinya terlihat kecil, tetapi menghasilkan asap yang sangat banyak. Itulah yang menyebabkan kabut asap,” katanya.

Api di lahan gambut, kata dia, dapat merambat di bawah permukaan sehingga tidak selalu terlihat besar. Namun, proses pembakaran tersebut terus menghasilkan asap dalam jumlah besar.

Perkuat TMC dan Sumber Air

Selain memperkuat operasi pemadaman, pemerintah pusat juga mengoptimalkan TMC untuk memicu hujan di wilayah terdampak. Salah satunya melalui penyemaian garam atau natrium klorida (NaCl).

Kementerian Pekerjaan Umum juga akan membantu menyediakan sumur bor di kawasan yang mengalami kesulitan sumber air. Sumur tersebut direncanakan memiliki kedalaman sekitar 60 hingga 80 meter untuk mendukung kebutuhan air dalam proses pemadaman.

Norsan menegaskan percepatan penanganan diperlukan karena kabut asap telah berdampak terhadap kesehatan masyarakat.

“Sudah ada masyarakat yang terkena ISPA. Karena itu kebakaran ini harus segera ditangani agar dampaknya tidak semakin luas,” tegasnya.

Ia mengapresiasi dukungan pemerintah pusat yang menurutnya menunjukkan keseriusan dalam menangani karhutla di Kalbar.

“Ini menunjukkan bahwa pemerintah pusat hadir dan memberikan perhatian penuh kepada Kalimantan Barat. Sinergi antara pemerintah pusat dan daerah akan terus diperkuat agar karhutla dapat segera terkendali,” pungkas Norsan.