banner 468x60
Pontianak

Air PDAM Pontianak Makin Asin, Warga Keluhkan Sabun Tak Berbusa hingga Pilih Sikat Gigi Pakai Air Galon

×

Air PDAM Pontianak Makin Asin, Warga Keluhkan Sabun Tak Berbusa hingga Pilih Sikat Gigi Pakai Air Galon

Sebarkan artikel ini

Aksaraloka.com, PONTIANAK — Air PDAM Tirta Khatulistiwa di Kota Pontianak dikeluhkan warga karena terasa semakin asin dalam beberapa pekan terakhir.

Kondisi ini bukan sekadar soal rasa, tetapi mulai mengganggu aktivitas sehari-hari warga.

Salah satu warga, Fahrul Azmi, mengaku merasakan perubahan kualitas air tersebut selama sekitar satu bulan terakhir. Menurutnya, rasa asin pada air kini semakin kuat.

Keluhan paling terasa ketika air digunakan untuk mandi. Sabun disebut lebih sulit berbusa dan air meninggalkan sensasi lengket di kulit.

“Lebih kurang nikmat saja ya soal mandi. Semenjak air asin ini, ketika mandi, sabun jadi kurang berbusa. Lalu terasa lebih lengket, airnya seperti lebih begitu,” ujar Fahrul, Jumat (28/8/2026).

Kondisi tersebut bahkan membuat Fahrul memilih menggunakan air galon untuk menyikat gigi.

Dia mengaku tidak nyaman menggunakan air PDAM yang terasa asin untuk berkumur.

“Sekarang saya memutuskan untuk sikat gigi menggunakan air galon karena airnya sudah terasa begitu asin, sehingga tidak nyaman digunakan untuk sanitasi mulut. Rasanya juga tidak nyaman ketika dipakai untuk kumur-kumur,” katanya.

Sudah Sebulan, Air Disebut Makin Asin

Fahrul menyebut persoalan tersebut sudah dirasakan sekitar satu bulan. Alih-alih membaik, menurutnya rasa asin justru semakin terasa.

“Ini dirasakan satu bulan terakhir, kira-kira begitu, satu bulan terakhir sampai sekarang. Jadi makin asin,” ungkapnya.

Dia mengatakan sejauh ini dampak yang paling dirasakan terhadap tubuh adalah ketidaknyamanan setelah mandi.

Kulit terasa lebih lengket dibandingkan ketika menggunakan air dalam kondisi normal.

“Efek terhadap badan sendiri, paling lebih menimbulkan efek tidak nyaman. Selepas mandi karena terasa lengket airnya, tidak seperti biasanya,” jelasnya.

Fahrul meminta PDAM Tirta Khatulistiwa maupun pihak terkait segera mencari solusi.

OoMenurutnya, persoalan air asin tidak bisa dianggap sepele karena air merupakan kebutuhan dasar masyarakat.

“Harapannya saya meminta kepada pihak terkait agar bisa menanggulangi permasalahan ini. Karena keadaan sekarang, selain udara juga sedang tidak bagus, sekarang ditambah dengan keadaan keasinan air yang tinggi,” katanya.

Dia menegaskan masyarakat membutuhkan air untuk berbagai kebutuhan, mulai dari mandi, minum hingga membersihkan diri.

“Air itu vital, menjadi kebutuhan kita sehari-hari untuk mandi, lalu untuk minum, untuk membersihkan diri,” ujarnya.

Karena itu, dia meminta PDAM memberikan penanganan nyata agar kualitas layanan air bersih untuk masyarakat kembali normal.

“Untuk PDAM, mohon bisa menanggulangi terkait permasalahan ini. Ke depannya bisa memberikan pelayanan yang lebih baik terhadap masyarakat,” tuturnya.

Menurut Fahrul, warga sebagai konsumen semestinya mendapatkan pelayanan yang baik, termasuk ketika terjadi gangguan kualitas air.

“Saya harap PDAM bisa mencari solusi saja,” pungkasnya.