PONTIANAK – Perpustakaan Umum Kota Pontianak terus bertransformasi. Tak lagi sekadar menjadi tempat menyimpan dan membaca buku, perpustakaan kini berkembang menjadi ruang belajar, akses informasi, hingga pusat berbagai kegiatan literasi masyarakat.
Transformasi itu terlihat dari tingginya pemanfaatan koleksi dan kunjungan masyarakat. Pada periode Januari 2025 hingga Mei 2026, tercatat 47.682 eksemplar koleksi dimanfaatkan masyarakat, atau sekitar 88 persen dari total koleksi yang tersedia.
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Disperpusip) Kota Pontianak, Sri Sujarti, mengatakan pengembangan layanan dilakukan untuk menjawab kebutuhan masyarakat yang terus berubah.
“Perpustakaan saat ini tidak hanya menyediakan buku untuk dibaca, tetapi juga menghadirkan beragam layanan yang menyesuaikan kebutuhan masyarakat,” kata Sri dalam keterangan tertulis, Selasa (18/8/2026).
Pemanfaatan koleksi tersebut terdiri atas 16.166 eksemplar melalui peminjaman buku cetak, 17.342 eksemplar melalui peminjaman e-book, serta 14.174 eksemplar yang dibaca langsung di perpustakaan.
Aktivitas masyarakat juga tercermin dari jumlah kunjungan. Sepanjang Januari 2025 hingga Mei 2026, perpustakaan mencatat 41.144 kunjungan langsung.
Secara akumulatif dalam tiga tahun terakhir, jumlah kunjungan perpustakaan mencapai 3.774.150. Sementara total akses secara daring dan luring tercatat 4.887.773 kunjungan.
Menurut Sri, meningkatnya pemanfaatan perpustakaan tidak terlepas dari berbagai inovasi untuk mendekatkan layanan kepada masyarakat.
Sejumlah program yang dikembangkan di antaranya Perpus Goes to School, BOBO+, ANAKKU DISAPA, PerpusKite PISA, BEKEMAS, dan BERABES. Program tersebut dilengkapi dengan berbagai kegiatan literasi serta promosi layanan perpustakaan.
Pengembangan koleksi juga terus dilakukan. Pada 2026, perpustakaan tercatat memiliki 28.026 judul dengan total 54.266 eksemplar koleksi dan didukung 35 tenaga perpustakaan.
Koleksi tersebut mencakup bahan pustaka cetak maupun elektronik. Pengembangan koleksi menjadi bagian dari strategi memperluas pilihan bacaan sekaligus menyesuaikan kebutuhan informasi masyarakat.
Untuk menunjang aktivitas pengunjung, Perpustakaan Umum Kota Pontianak memiliki gedung layanan seluas sekitar 2.100 meter persegi.
Fasilitas yang tersedia antara lain ruang baca umum dan anak, area baca lansia dan penyandang disabilitas, ruang referensi, ruang teknologi informasi dan komunikasi (TIK), ruang koleksi langka dan deposit, studio, teras baca, ruang diskusi, ruang serbaguna hingga ruang pengolahan.
Layanan yang diberikan juga semakin beragam, mulai dari keanggotaan, baca di tempat, sirkulasi, referensi, penelusuran informasi, pelayanan anak dan kelompok rentan, bimbingan pemustaka, multimedia hingga literasi informasi.
Penguatan ekosistem literasi turut dilakukan melalui kolaborasi dengan berbagai pihak, seperti perangkat daerah, perguruan tinggi, media, penerbit, komunitas dan lembaga lainnya.
Kerja sama tersebut ikut mendorong penambahan koleksi, pengembangan layanan, peningkatan sarana prasarana serta pelaksanaan berbagai kegiatan literasi yang menyasar masyarakat luas.
Berbagai inovasi itu juga membawa Perpustakaan Umum Kota Pontianak meraih sejumlah penghargaan. Di antaranya penghargaan terbaik Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial (TPBIS) pada 2023 dan 2024, penghargaan terbaik inovasi dan kreasi, terbaik inovasi promosi layanan, serta penghargaan dalam berbagai kompetisi inovasi.
“Berbagai pengembangan tersebut merupakan bagian dari upaya menjadikan perpustakaan sebagai ruang yang terbuka dan relevan bagi seluruh lapisan masyarakat,” ujar Sri.
Dengan penguatan koleksi, digitalisasi layanan, inovasi dan kolaborasi, perpustakaan kini diarahkan bukan hanya sebagai tempat mencari buku, tetapi sebagai ruang publik yang mendukung pembelajaran dan pengembangan kapasitas masyarakat.
Transformasi tersebut diharapkan semakin memperkuat peran Perpustakaan Umum Kota Pontianak dalam membangun budaya literasi sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Kota Khatulistiwa.















