MEMPAWAH – Pemerintah Kabupaten Mempawah menyiapkan pembenahan Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Sungai Bakau Besar Laut yang masih menggunakan sistem open dumping. Persoalan tersebut menjadi salah satu prioritas yang dibahas Pemkab Mempawah dalam tindak lanjut Konsultasi Regional (Konreg) Kementerian Pekerjaan Umum (PU) Tahun 2026.
Selain pembenahan TPA, pemerintah daerah juga mendorong peningkatan kapasitas Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Kijing hingga 100 liter per detik.
Kedua persoalan tersebut dibahas dalam rapat koordinasi tindak lanjut hasil Konreg Kementerian PU yang dipimpin Sekretaris Daerah Kabupaten Mempawah Ismail di Aula Bapperida Mempawah, Rabu (6/5/2026).
Ismail mengatakan, hasil pembahasan Konreg menjadi bahan untuk menyelaraskan kebutuhan infrastruktur daerah dengan kebijakan pemerintah pusat.
Salah satu perhatian utama adalah kondisi TPA Sungai Bakau Besar Laut. TPA tersebut masih menerapkan sistem open dumping, yang dinilai tidak lagi sesuai dengan ketentuan regulasi nasional sehingga membutuhkan penanganan.
“Langkah-langkah ini merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah dalam menjalankan ketentuan yang berlaku. Hasil Rakor ini akan menjadi pijakan untuk memperkuat komunikasi dengan kementerian terkait,” ujar Ismail.
Di sektor air bersih, Pemkab Mempawah mengusulkan peningkatan kapasitas SPAM Kijing menjadi 100 liter per detik. Kapasitas tersebut diarahkan untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat di Desa Sungai Duri II, Kecamatan Sungai Kunyit, sekaligus mendukung kebutuhan operasional Terminal Kijing.
Rakor juga membahas pembangunan Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT). Lokasi yang sebelumnya direncanakan berada di kawasan TPA Sungai Bakau Besar Laut kini dievaluasi.
Kondisi lahan yang didominasi kawasan rawa membuat lokasi tersebut dinilai kurang representatif untuk pembangunan IPLT. Pemkab Mempawah kemudian mempertimbangkan lokasi alternatif yang dinilai lebih layak.
Menurut Ismail, pembangunan infrastruktur tidak cukup hanya mengejar kebutuhan pelayanan masyarakat. Aspek lingkungan dan kesesuaian lokasi juga harus diperhitungkan sejak tahap perencanaan.
Ia meminta perangkat daerah terkait bergerak cepat menindaklanjuti hasil pembahasan, terutama dalam berkoordinasi dengan kementerian terkait agar usulan pembangunan daerah dapat segera memperoleh tindak lanjut.
“Saya berharap seluruh tim dapat bekerja cepat dan tepat dalam mendorong percepatan pembangunan di Kabupaten Mempawah,” katanya.
Rapat tersebut dihadiri kepala organisasi perangkat daerah, tim teknis Bapperida, serta jajaran dinas teknis di lingkungan Pemerintah Kabupaten Mempawah.

















