Aksaraloka.com, MELAWI – Di tengah kemarau dan bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masih melanda Kabupaten Melawi, umat Muslim melaksanakan shalat istisqo di Lapangan Bandara Nanga Pinoh, Minggu (13/9/2026).
Pelaksanaan shalat istisqo menjadi salah satu bentuk ikhtiar batin masyarakat untuk memohon pertolongan dan rahmat Allah SWT, terutama agar hujan segera turun sehingga kondisi kemarau dan karhutla di wilayah tersebut dapat segera teratasi.
Namun, ada momen yang menarik perhatian jamaah. Hujan sempat turun sebelum shalat istisqo dilaksanakan. Meski hanya berlangsung singkat, turunnya hujan tersebut disambut dengan rasa syukur dan harapan oleh para jamaah yang hadir.

Shalat istisqo dipimpin Ustaz Nurhalim Al Mahmudi, sementara khutbah disampaikan Ustaz Tengku Helmiza. Sebelum shalat dimulai, jamaah terlebih dahulu mengikuti istighosah singkat yang dipimpin Ustaz Nurhalim Al Mahmudi.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan shalat istisqo dan doa bersama, memohon agar Allah SWT menurunkan hujan serta memberikan keselamatan dan keberkahan bagi seluruh masyarakat Kabupaten Melawi.
Sejumlah unsur turut menghadiri kegiatan tersebut. Di antaranya Brigjen TNI Luqman Arief selaku Ketua Tim Penanganan Karhutla Kabupaten Melawi, Ketua TP PKK Kabupaten Melawi Raisya H. Dadi, Kepala Kesbangpol, pejabat Kementerian Agama, pengurus MUI dan organisasi kemasyarakatan Islam, serta para santri pondok pesantren.

Brigjen TNI Luqman Arief mengatakan, shalat istisqo merupakan bentuk kesadaran manusia atas keterbatasan dirinya. Menurutnya, berbagai upaya telah dilakukan untuk menangani karhutla, tetapi manusia tetap membutuhkan pertolongan Allah SWT.
“Shalat istisqo ini adalah sebagai bentuk ikhtiar memohon hujan kepada Allah, karena manusia pada dasarnya lemah. Segala upaya dan daya sudah dilakukan, namun Allah juga yang menentukan,” ungkapnya.
Ia juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama meningkatkan kepedulian dalam mencegah terjadinya karhutla. Masyarakat diminta tidak melakukan aktivitas yang berpotensi menimbulkan api, terutama di tengah kondisi kemarau.
“Kita sama-sama menjaga agar tidak terjadi kebakaran, salah satunya dengan tidak membuat api yang dapat memicu kebakaran,” pesannya.
Terkait hujan yang turun sebelum pelaksanaan shalat istisqo, Luqman menyambutnya dengan rasa syukur. Ia berharap hujan tersebut menjadi pertanda baik dan kembali turun dengan intensitas yang lebih besar.
“Alhamdulillah tadi sebelum shalat dilaksanakan sudah hujan, meski sebentar. Semoga setelah shalat istisqo hujannya semakin lebat dan membawa keberkahan untuk Kabupaten Melawi,” katanya.

Sementara itu, dalam khutbahnya, Ustaz Tengku Helmiza mengajak umat Islam menjadikan kondisi kemarau dan karhutla sebagai bahan renungan.
Menurutnya, musibah yang terjadi hendaknya mendorong umat untuk memperbanyak istighfar, memperbaiki hubungan dengan Allah SWT, mempererat hubungan dengan sesama manusia, serta melakukan evaluasi terhadap perilaku dalam kehidupan sehari-hari.
Pelaksanaan shalat istisqo tersebut diharapkan menjadi ikhtiar bersama masyarakat Kabupaten Melawi dalam menghadapi kemarau dan karhutla.
Masyarakat pun berharap Allah SWT segera menurunkan hujan yang cukup dan merata, memberikan keselamatan serta keberkahan, dan mengakhiri kondisi kemarau serta karhutla yang masih terjadi di wilayah Kabupaten Melawi.











