banner 468x60
INFO PEMPROV KALBAR

Norsan Soroti Dugaan Pembakaran Lahan di Pelang, Water Bombing Terkendala Asap

×

Norsan Soroti Dugaan Pembakaran Lahan di Pelang, Water Bombing Terkendala Asap

Sebarkan artikel ini

KETAPANG – Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan meninjau langsung kawasan yang terbakar di Pelang, Kabupaten Ketapang, Selasa (22/9/2026). Dari hasil peninjauan, Norsan menduga sebagian lahan terbakar akibat pembukaan lahan dengan cara dibakar.

Norsan mengatakan, area yang terbakar mayoritas merupakan lahan kosong milik masyarakat yang belum ditanami. Sementara lahan yang sudah ditanami relatif tidak terdampak.

“Ini Pelang, Kabupaten Ketapang, cukup luas terbakar. Namun yang terbakar saya lihat merupakan lahan yang tidak ada rumah penduduk dan rata-rata kebun masyarakat yang belum ditanami. Sedangkan kebun yang sudah ada tanamannya tidak terbakar,” kata Norsan.

Dari kondisi tersebut, Norsan menduga kebakaran berkaitan dengan aktivitas pembukaan lahan menggunakan api. Ia meminta praktik tersebut tidak lagi dilakukan, terutama ketika kondisi cuaca dan lingkungan sedang rentan terhadap kebakaran.

“Saya melihat ini memang sengaja dibakar untuk membuka lahan. Itu yang tidak kita inginkan. Kepada masyarakat saya mengimbau, ini bukan menyalahkan masyarakat, tetapi oknum masyarakat,” ujarnya.

Menurut dia, masyarakat yang hendak membuka lahan sebaiknya menggunakan cara yang tidak melibatkan pembakaran. Pemerintah kabupaten juga diminta membantu mencarikan alternatif, termasuk penggunaan alat berat jika memungkinkan.

“Jangan sampai menambah masalah lagi. Kabut asap di daerah kita sudah luar biasa,” katanya.

Di tengah upaya pemadaman, kondisi kabut asap juga menjadi kendala bagi operasi udara. Norsan mengatakan water bombing tetap diupayakan, tetapi belum dapat dilakukan secara maksimal karena jarak pandang yang terbatas.

“Water bombing tetap kita upayakan. Tetapi karena jarak pandang belum memungkinkan, operasi belum bisa maksimal sampai ke sini,” katanya.

Helikopter Chinook bantuan Jepang yang saat ini berada di Ketapang juga belum dapat dikerahkan untuk operasi pemadaman. Menurut Norsan, pengoperasian helikopter tersebut membutuhkan jarak pandang sekitar tiga kilometer.

“Helikopter Chinook sudah berada di Ketapang. Namun belum bisa operasional karena jarak pandang belum maksimal. Mereka mensyaratkan jarak pandang sekitar tiga kilometer agar bisa beroperasi,” jelasnya.

Selain meninjau lokasi, Norsan membawa tambahan peralatan untuk mendukung petugas dan relawan di lapangan. Bantuan tersebut berupa dua unit mesin pemadam berkapasitas besar, tiga mesin pemadam kecil, serta 10 gulung selang pemadam dengan panjang masing-masing 30 meter.

Pemprov Kalbar berharap tambahan peralatan tersebut dapat memperkuat pemadaman darat sembari menunggu kondisi memungkinkan untuk mengoptimalkan operasi udara.

Penanganan karhutla di Pelang menjadi bagian dari upaya pemerintah menekan meluasnya kebakaran dan dampak kabut asap yang masih terjadi di sejumlah wilayah Kalimantan Barat.