banner 468x60
Info Ketapang

Massa Desak Pertamina Copot Kepala Jobber Ketapang, Dinilai Tak Responsif Saat BBM Langka

×

Massa Desak Pertamina Copot Kepala Jobber Ketapang, Dinilai Tak Responsif Saat BBM Langka

Sebarkan artikel ini

KETAPANG – Ratusan mahasiswa dan pemuda yang tergabung dalam Cipayung Plus mendesak Pertamina Patra Niaga mencopot Kepala Terminal Fuel Jobber Ketapang, Erham, menyusul kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) dan antrean panjang di sejumlah SPBU di Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat.

Desakan itu disampaikan saat massa menggeruduk Terminal Fuel Jobber Ketapang di Kelurahan Sukaharja, Rabu (14/10/2026), setelah sebelumnya menggelar aksi di Gedung DPRD Ketapang.

Massa menilai pimpinan Jobber harus bertanggung jawab atas persoalan distribusi BBM yang mengganggu aktivitas masyarakat. Mereka juga kecewa terhadap sikap Erham yang dinilai tidak responsif ketika demonstran meminta penjelasan secara langsung.

Ketua HMI Cabang Ketapang, Iqbal, mengatakan massa telah mematuhi ketentuan dengan menyampaikan aspirasi di luar kawasan operasional Jobber, sekitar 500 meter dari lokasi.

Namun, menurut dia, pihaknya tetap kesulitan menemui pimpinan yang ingin dimintai penjelasan mengenai persoalan BBM.

“Kita marah, untuk menyampaikan aspirasi masyarakat jarak kami diatur sejauh 500 meter. Kami ikuti, tapi mereka digaji oleh negara. Kepala Jobber Ketapang malah enggan menemui kami,” kata Iqbal.

Ia mempertanyakan sikap pimpinan Jobber di tengah keresahan masyarakat akibat antrean panjang BBM. Menurut dia, pihak yang bertanggung jawab atas distribusi seharusnya terbuka dan bersedia menjelaskan kondisi pasokan kepada publik.

Sorotan terhadap Erham berlanjut saat massa melakukan aksi mendorong sepeda motor bersama pihak Sales Branch Manager (SBM) Pertamina wilayah Ketapang dan Kayong Utara.

Berdasarkan keterangan peserta aksi, Erham tidak ikut dalam kegiatan tersebut dan disebut meninggalkan lokasi ketika aksi berlangsung. Sementara itu, pihak SBM terlihat bersama massa mendorong sepeda motor.

Sikap tersebut semakin memicu kekecewaan demonstran. Mereka menilai pimpinan Jobber semestinya hadir dan menunjukkan tanggung jawab di tengah persoalan distribusi BBM yang menjadi keluhan masyarakat.

Desak buka kuota dan distribusi BBM

Selain menuntut pencopotan Kepala Jobber Ketapang, massa meminta Pertamina membuka informasi mengenai total kuota BBM yang dialokasikan untuk Kabupaten Ketapang dan mekanisme distribusi ke setiap SPBU.

Mereka juga mendesak transparansi untuk memastikan pasokan disalurkan secara adil sesuai kebutuhan masyarakat, sekaligus meminta penjelasan mengenai kendala yang menyebabkan antrean panjang.

Massa turut mempertanyakan kapasitas penampungan BBM di Ketapang. Mereka mendorong evaluasi terhadap fasilitas yang tersedia dan pengajuan pembangunan Jobber baru apabila diperlukan untuk menjamin ketahanan pasokan daerah.

Tak hanya Erham, demonstran juga meminta Pertamina Patra Niaga mengevaluasi dan mencopot SBM wilayah Ketapang-Kayong Utara apabila dinilai tidak mampu mengatasi persoalan kelangkaan BBM.

Bagi massa, persoalan tersebut tidak cukup diselesaikan melalui pertemuan dengan demonstran. Mereka menuntut langkah konkret dari manajemen Pertamina untuk memastikan pasokan kembali normal dan antrean di SPBU dapat diatasi.

Massa berharap desakan pencopotan pimpinan Jobber menjadi perhatian serius manajemen Pertamina Patra Niaga, sekaligus mendorong perbaikan tata kelola distribusi BBM agar masyarakat Ketapang tidak terus menanggung dampak kelangkaan.