Bebas Dari Hukuman Mati di Malaysia, Seorang Wanita Dideportasi Melalui PLBN Entikong

SANGGAU – Usai bebas dari hukuman mati karena terjerak kasus narkoba, seorang wanita berinisial As(37) bersama 121 orang Warga Negara Indonesia dan Pekerja Migran Indonesia-Bermasalah (WNI/PMI-B) dipulangkan dari Sarawak Malaysia ke Indonesia melalui PLBN Entikong, Sanggau, Kalimantan Barat.

“Kami dari KJRI Kuching telah berhasil membantu membebaskan seorang wanita asal Jagoi Babang, Bengkayang, Kalbar berinisial As dari hukuman mati karena terjerak kasus narkoba,” kata Konsulat Jenderal RI Kuching, Raden Sigit Witjaksono di Sanggau, Jumat, 8 Agustus 2023.

Konjen RI Kuching Raden Sigit mengatakan, As yang telah menjalani hukuman kurungan selama 6 tahun di Penjara Puncak Borneo, Kuching, Sarawak.

Sementara 121 orang WNI/PMI-B yang dideportasi pemerintah Malaysia itu sebelumnya menjalani hukuman tahanan di dua Depot Tahanan Imigresen Sarawak, yaitu dari Depot Tahanan Bekenu di Miri dan Depot Tahanan Semuja di Serian

As ini telah menikah dengan warga Sarawak dan tinggal di Kampung Serikin. Kemudian pada bulan Agustus 2017 pihak Kepolisian Sarawak, Malaysia melakukan penggerebekan di rumah tempat tinggal As dan suaminya.

Dalam penggerebekan itu, polisi berhasil menemukan narkoba dan As dituduh telah menyimpan barang haram tersebut di rumahnya.

“Namun, As sempat berkilah bahwa narkoba tersebut milik suaminya yang sudah ditangkap oleh polisi sebelumnya,” terang Sigit.

Dalam kasus ini ujarnya lagi, di Mahkamah Kuching Sarawak melakukan tuntutan hukum kepada As atas pelanggaran undang-undang Akta Dadah Berbahaya tahun 1952 Pasal 39B, dengan tuntutan Hukuman Mati apabila terbukti bersalah.

“Atas tuntutan itu, kami dari KJRI Kuching telah memberikan bantuan pendampingan hukum dan menugaskan pengacara yang ditunjuk (in-house Lawyer) Mr. Ranbir Singh Sangha. Dan, setelah proses persidangan selama 2 tahun, pada bulan Mei 2019, Mahkamah Kuching Sarawak menurunkan tuntutan hukuman mati menjadi hukuman penjara selama 9 tahun kepada As. Kemudian As mendapat pengurangan remisi dan hanya menjalani hukuman penjara selama 6 tahun, terhitung sejak masa ditangkap pada bulan Agustus tahun 2017 dan kini sudah bebas,” tutur Konjen.

Setelah itu ujar Konjen, As pada tanggal 9 Agustus 2023, di jemput KJRI Kuching dari Depot Tahanan Semuja Imigresen Sarawak untuk dipulangkan ke Indonesia.

As dipulangkan ke Indonesia melalui perbatasan Entikong dan diserahkan kepada tim satgas pemulangan WNI dalam keadaan sehat dan baik untuk dikembalikan kepada keluarganya di Bengkayang, Kalbar.

Sementara dari 121 orang WNI/PMI-Bermasalah yang di deportasi itu 73 orang telah menjalani hukuman di Depot Tahanan Bekenu di Miri dan 48 orang di Depot Tahanan Semuja di Serian.

Mereka itu terdiri dari 102 orang laki-laki dan 19 perempuan. Hingga kini, total keseluruhan jumlah WNI yang dideportasi oleh Pemerintah Sarawak mulai Januari 2023 sampai 10 Agustus 2023 adalah sebanyak 2.840 orang.

“Mereka ini sebagian besar merupakan WNI yang dipulangkan karena melakukan pelanggaran peraturan keimigrasian, antara lain memasuki wilayah Malaysia tanpa dokumen perjalanan yang sah, melebihi masa tinggal, bekerja tanpa ijin kerja, dan pelanggaran peraturan Malaysia lainnya antara lain kasus yang mulai menonjol adalah bekerja sebagai operator judi online di Sarawak,” pungkas Konjen RI Kuching.

 

Respon (35)

Komentar ditutup.

error: Content is protected !!