banner 468x60
Pontianak

Aila Afifah, Calon Haji Termuda dari Pontianak yang Ingin Doakan Ibunya di Tanah Suci

×

Aila Afifah, Calon Haji Termuda dari Pontianak yang Ingin Doakan Ibunya di Tanah Suci

Sebarkan artikel ini

Wako Edi Lepas Keberangkatan JCH di Batam

BATAM – Di usianya yang baru 13 tahun, Aila Afifah menjadi calon jemaah haji termuda asal Pontianak pada musim haji 2026. Keberangkatannya menuju Tanah Suci dari Embarkasi Batam, Jumat (8/5/2026) dini hari, membawa kisah haru tentang bakti seorang anak kepada almarhumah ibunya.

Saat ditemui di Embarkasi Batam, Aila mengaku bahagia bisa mendapat kesempatan menunaikan ibadah haji. Namun di balik senyumnya, tersimpan kerinduan mendalam kepada sang ibu yang telah wafat.

“Saya ingin mendoakan ibu, memohonkan ampun untuk ibu,” ucapnya lirih.

Di Tanah Suci nanti, Aila berharap dapat memanjatkan doa terbaik bagi ibunya agar mendapat tempat mulia di sisi Allah SWT.

Ayah Aila, Ismail Oemar, menjelaskan putrinya berangkat menggantikan ibunya yang telah meninggal dunia. Menurutnya, keluarga menilai Aila cukup siap secara fisik maupun mental untuk menjalani ibadah haji.

“Dari pertimbangan saya, memungkinkan dia untuk menggantikan ibunya. Saya berharap nanti dia bisa menjalankan ibadah sucinya di Tanah Suci Mekkah,” ujarnya.

Meski masih belia, Aila disebut memiliki kesiapan yang baik dan akan didampingi langsung oleh ayahnya selama perjalanan ibadah.

Kehadiran Aila menjadi perhatian di tengah hiruk-pikuk Embarkasi Batam. Sosoknya yang sederhana dan pendiam menyimpan niat tulus untuk membawa doa bagi orang yang paling ia cintai.

Perjalanan Aila pun menjadi salah satu kisah paling menyentuh dari rombongan jemaah haji asal Pontianak tahun ini. Di usia muda, ia belajar tentang kehilangan, bakti kepada orang tua, dan makna ibadah yang dijalani dengan hati penuh keikhlasan.

Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, menilai perjalanan Aila bukan sekadar keberangkatan ibadah, tetapi juga teladan tentang ketulusan seorang anak kepada orang tuanya.

“Ini menjadi pelajaran bagi kita semua bahwa usia muda bukan penghalang untuk memiliki niat ibadah yang kuat dan ketulusan hati. Aila membawa doa untuk ibunya, dan itu sangat menyentuh,” katanya.

Menurut Edi, Pemerintah Kota Pontianak turut bangga karena ada putri daerah yang menjadi jemaah termuda Indonesia pada musim haji tahun ini. Ia berharap Aila dapat menjalani seluruh rangkaian ibadah dengan lancar dan sehat hingga kembali ke tanah air.

Tahun ini, sebanyak 1.509 jemaah haji asal Kota Pontianak diberangkatkan menunaikan ibadah suci. Pemerintah Kota Pontianak memastikan pelayanan dan pendampingan jemaah berjalan optimal, mulai dari kesiapan kesehatan, fisik, mental hingga spiritual.

“Semoga jemaah haji kita selalu diberikan kesehatan yang paling utama, lancar dalam beribadah, dan insyaallah menjadi haji yang mabrur,” tutup Edi.