banner 468x60
Pontianak

Peringkat Kafilah Pontianak Turun, LPTQ Diminta Evaluasi

×

Peringkat Kafilah Pontianak Turun, LPTQ Diminta Evaluasi

Sebarkan artikel ini

AKSARALOKA.COM, PONTIANAK – Ketua DPRD Kota Pontianak Satarudin memintakat Kafilah Pontianak Turun, LPTQ Diminta Evaluasi Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Kota Pontianak melakukan evaluasi menyeluruh setelah kafilah Pontianak turun peringkat pada Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) tingkat Provinsi Kalimantan Barat di Kabupaten Kayong Utara.

Pada MTQ tahun ini, kafilah Kota Pontianak menempati peringkat ketiga. Hasil tersebut turun dibandingkan tahun sebelumnya ketika Pontianak berada di posisi kedua.

“Tim LPTQ Kota Pontianak sudah seharusnya melakukan evaluasi terhadap hasil dari MTQ tingkat Provinsi Kalbar di Kayong Utara. Target kafilah Kota Pontianak di MTQ bisa meraih juara umum. Namun hasil ini justru turun peringkat,” ujar Satarudin, Selasa (11/8/2026).

Pada MTQ tahun sebelumnya, Pontianak berada di posisi kedua di bawah Kabupaten Mempawah. Sementara pada tahun ini, Kabupaten Kubu Raya keluar sebagai juara umum, disusul Kabupaten Mempawah di posisi kedua dan Pontianak di peringkat ketiga.

Menurut Satarudin, evaluasi diperlukan untuk mengetahui penyebab turunnya prestasi kafilah Pontianak. Persiapan juga dinilai perlu dilakukan jauh sebelum pelaksanaan MTQ tingkat provinsi.

“Persiapan harus dilakukan jauh hari. Dengan begitu ketika MTQ tingkat provinsi dilaksanakan, kafilah Kota Pontianak sudah siap dan turun dengan membawa mental juara,” katanya.

Pembinaan Harus Diperkuat

Satarudin mengatakan, Pontianak sudah cukup lama tidak menjadi juara umum MTQ tingkat Provinsi Kalbar. Karena itu, hasil tahun ini harus menjadi bahan evaluasi bagi LPTQ.

Menurut dia, evaluasi perlu dilakukan hingga tingkat kategori untuk melihat potensi yang masih dapat dikembangkan. Peserta yang meraih juara kedua maupun ketiga, terutama yang memiliki selisih nilai tipis dengan juara pertama, dapat menjadi prioritas pembinaan.

“Kalau selisih poin tak begitu jauh dengan peraih juara satu dan dua, pembinaannya dapat digenjot. LPTQ diminta juga untuk menguatkan pembinaannya,” ujarnya.

Ia menilai proses penjaringan kafilah selama ini sebenarnya sudah dilakukan secara berjenjang. Seleksi dimulai dari tingkat kecamatan, kemudian berlanjut ke tingkat Kota Pontianak. Peserta yang menjadi juara di tingkat kota kemudian dipersiapkan untuk mewakili Pontianak pada MTQ tingkat provinsi.

Karena itu, Satarudin meminta evaluasi dilakukan secara rinci, bukan hanya melihat hasil akhir perolehan peringkat.

“Jika persoalannya anggaran, ini bisa didiskusikan ketika pengajuan program. Jika persoalannya ada di SDM, sudah semestinya dilakukan peningkatan,” katanya.

Begitu pula jika kendalanya berkaitan dengan mental peserta. Menurut Satarudin, LPTQ perlu memberikan pembinaan yang dapat meningkatkan kepercayaan diri kafilah sebelum menghadapi kompetisi.

Ia berharap pembenahan tersebut dilakukan sejak dini sehingga Pontianak mampu kembali merebut gelar juara umum MTQ tingkat Provinsi Kalbar.

“Ketika Kota Pontianak ditunjuk sebagai tuan rumah MTQ tingkat provinsi, saya ingin Kota Pontianak mesti meraih juara umum. Tradisi ini harus kita kembalikan,” tegasnya.