LANDAK – Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Landak, Pastor Filipus, OFM.Cap, mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga persatuan, keamanan, dan kedamaian di tengah keberagaman yang ada di Kabupaten Landak.
Imbauan tersebut disampaikan sebagai bentuk kepedulian FKUB terhadap pentingnya menjaga situasi yang kondusif di tengah masyarakat, khususnya agar warga tidak mudah terpengaruh oleh isu-isu yang mengandung unsur suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA) maupun berita bohong atau hoaks yang dapat memecah belah persatuan.
“Keberagaman suku, agama, ras, dan budaya di Kabupaten Landak merupakan kekayaan yang harus dijaga bersama, bukan menjadi alasan untuk saling membedakan ataupun bermusuhan,” ujar Pastor Filipus. Selasa, 9 Juni 2026.
Ia menegaskan bahwa masyarakat Landak selama ini dikenal hidup berdampingan dengan penuh toleransi dan saling menghormati. Nilai-nilai persaudaraan yang telah terbangun tersebut diharapkan tetap dipertahankan demi menciptakan kehidupan sosial yang harmonis.
Dalam pesannya, Pastor Filipus juga mengingatkan masyarakat agar lebih bijak dalam menerima maupun menyebarkan informasi, terutama di media sosial.
Menurutnya, berita yang belum jelas kebenarannya sebaiknya tidak langsung dipercaya apalagi disebarluaskan karena dapat memicu kesalahpahaman dan konflik di tengah masyarakat.
“Mari kita utamakan musyawarah, saling menghormati perbedaan, serta menjaga lingkungan agar tetap aman dan kondusif,” katanya.
Ia pun mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus memperkuat rasa persaudaraan dan kebersamaan tanpa memandang latar belakang suku maupun agama.
“Ingat, bersatu kita teguh, bercerai kita runtuh,” pesannya.
Di akhir imbauannya, Pastor Filipus kembali mengingatkan pentingnya menjaga nilai-nilai kearifan lokal di masyarakat yang selama ini menjadi semangat persatuan termasuk di Kabupaten Landak.

















