banner 468x60
Info Ketapang

Sekda Ketapang Buka Pelatihan BSAN Kreasi, Perkuat Budaya Sekolah Aman dan Nyaman

×

Sekda Ketapang Buka Pelatihan BSAN Kreasi, Perkuat Budaya Sekolah Aman dan Nyaman

Sebarkan artikel ini

KETAPANG – Sekretaris Daerah Kabupaten Ketapang, Repalianto, S.Sos., M.Si., secara resmi membuka Kegiatan Peningkatan Kapasitas Fasilitator Daerah Budaya Sekolah Aman dan Nyaman (BSAN) Kreasi Ketapang yang diselenggarakan oleh Majelis Dikdasmen dan PNF PP Muhammadiyah, Senin (8/6/2026), di Aula Fave Hotel Ketapang.

Kegiatan ini bertujuan memperkuat kapasitas para fasilitator daerah dalam mendukung implementasi Budaya Sekolah Aman dan Nyaman (BSAN) di Kabupaten Ketapang, sehingga tercipta lingkungan pendidikan yang kondusif, inklusif, serta mampu mendukung tumbuh kembang peserta didik secara optimal.

Dalam sambutannya, Sekda menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah menginisiasi dan menyelenggarakan kegiatan tersebut. Menurutnya, peningkatan kapasitas fasilitator merupakan langkah strategis dalam mewujudkan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, dan berkualitas.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Ketapang, saya menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada seluruh pihak yang telah menginisiasi kegiatan ini. Upaya peningkatan kapasitas fasilitator merupakan langkah strategis dalam mewujudkan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, inklusif, serta mendukung tumbuh kembang peserta didik secara optimal,” ujarnya.

Repalianto menegaskan bahwa sekolah tidak hanya menjadi tempat transfer ilmu pengetahuan, tetapi juga ruang pembentukan karakter, pengembangan potensi, dan penanaman nilai-nilai kemanusiaan.

Oleh karena itu, budaya sekolah yang aman dan nyaman menjadi salah satu prasyarat utama dalam menciptakan proses pembelajaran yang efektif.

Ia juga mengingatkan bahwa dunia pendidikan saat ini menghadapi berbagai tantangan, seperti perundungan, kekerasan, diskriminasi, hingga dampak negatif perkembangan teknologi informasi. Menurutnya, berbagai persoalan tersebut memerlukan perhatian dan penanganan bersama melalui kolaborasi seluruh pemangku kepentingan.

“Diperlukan kolaborasi yang kuat antara pemerintah, satuan pendidikan, keluarga, organisasi masyarakat, dan seluruh elemen masyarakat dalam menciptakan lingkungan sekolah yang sehat dan kondusif,” katanya.

Lebih lanjut, Sekda menekankan pentingnya peran fasilitator daerah sebagai agen perubahan yang mampu mengedukasi, mendampingi, serta menggerakkan berbagai pihak dalam menerapkan prinsip-prinsip Budaya Sekolah Aman dan Nyaman secara berkelanjutan.

Ia berharap seluruh peserta pelatihan dapat meningkatkan kompetensi, memperluas wawasan, dan memperkuat komitmen dalam mendukung implementasi BSAN di Kabupaten Ketapang.

“Peran fasilitator daerah menjadi sangat penting dalam mendorong terwujudnya budaya sekolah yang aman dan nyaman. Melalui kegiatan ini, saya berharap para peserta dapat meningkatkan kompetensi, memperluas wawasan, serta memperkuat komitmen dalam mendukung implementasi BSAN di wilayah Kabupaten Ketapang,” ungkapnya.

Repalianto juga menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Ketapang untuk terus mendukung berbagai program yang bertujuan meningkatkan mutu pendidikan sekaligus memperkuat perlindungan terhadap anak. Menurutnya, investasi terbaik bagi masa depan daerah adalah melalui pembangunan sumber daya manusia yang unggul, berkarakter, dan berdaya saing.

Mengakhiri sambutannya, Sekda mengajak seluruh peserta memanfaatkan pelatihan tersebut secara maksimal dengan aktif berdiskusi, bertukar pengalaman, dan membangun jejaring kerja sama guna memperkuat implementasi Budaya Sekolah Aman dan Nyaman di masing-masing wilayah.

Kegiatan Peningkatan Kapasitas Fasilitator Daerah BSAN Kreasi Ketapang diharapkan menjadi momentum memperkuat sinergi antara pemerintah, dunia pendidikan, organisasi masyarakat, dan seluruh pemangku kepentingan dalam menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, ramah anak, serta mendukung lahirnya generasi unggul di Kabupaten Ketapang.