SAMBAS – Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat menyiapkan Desa Temajuk, Kecamatan Paloh, Kabupaten Sambas, sebagai gerbang wisata dan ekonomi baru di kawasan perbatasan Indonesia-Malaysia.
Salah satu langkah strategis yang dilakukan adalah mengaktifkan kembali Pos Lintas Batas (PLB) Temajuk yang ditargetkan mulai beroperasi pada Agustus 2026.
Komitmen tersebut ditegaskan Gubernur Kalbar Ria Norsan saat meninjau PLB Temajuk dalam rangkaian kegiatan Gema Membangun Desa ke-2 Tingkat Provinsi Kalimantan Barat Tahun 2026.
Menurut Norsan, pembukaan kembali PLB Temajuk bukan sekadar menghidupkan jalur perlintasan antarnegara yang sempat terhenti akibat pandemi Covid-19, tetapi juga menjadi momentum mempercepat pembangunan kawasan perbatasan.
“Reaktivasi PLB Temajuk harus dipersiapkan secara baik, bertahap, tertib, dan terukur. Pembukaan kembali perlintasan ini bukan hanya untuk memperlancar mobilitas masyarakat, tetapi juga memastikan kesiapan pelayanan, keamanan, infrastruktur dasar, serta kesiapan sosial dan ekonomi masyarakat setempat,” ujarnya, Minggu (14/6/2026).
Ia menilai Temajuk memiliki keunggulan strategis karena berada di garis depan perbatasan Indonesia dengan Malaysia. Posisi tersebut membuka peluang besar bagi pengembangan sektor pariwisata, perdagangan, jasa, UMKM hingga ekonomi kreatif masyarakat setempat.
Bahkan, Pemprov Kalbar tengah mendorong kawasan Temajuk dan Teluk Melano di Sarawak, Malaysia, menjadi kawasan wisata bersama yang terintegrasi dan berkelas internasional.
“Kawasan Temajuk dan Teluk Melano akan dijadikan kawasan wisata bersama Indonesia dan Malaysia. Kami mendorong agar kawasan ini menjadi Kawasan Ekonomi Khusus berciri wisata kelas internasional,” kata Norsan.
Pengembangan kawasan tersebut juga akan tetap memperhatikan aspek konservasi lingkungan. Salah satunya dengan menjaga habitat penyu hijau yang selama ini menjadi daya tarik wisata unggulan Temajuk.
Selain itu, terdapat rencana pembangunan lapangan golf lintas negara yang unik dengan konsep 18 hole, di mana sembilan hole berada di wilayah Indonesia dan sembilan hole lainnya berada di Malaysia.
Menjelang operasional PLB, pemerintah akan memastikan kesiapan berbagai fasilitas pendukung, mulai dari akses jalan, jaringan telekomunikasi, listrik, air bersih, pelayanan publik, keamanan kawasan hingga fasilitas pendukung wisata.
Norsan menegaskan, manfaat terbesar dari pengoperasian kembali PLB Temajuk harus dirasakan langsung oleh masyarakat melalui peningkatan aktivitas ekonomi dan terbukanya peluang usaha baru.
“Reaktivasi ini harus membuka peluang perdagangan legal, meningkatkan kunjungan wisata, memperkuat UMKM, serta mendorong tumbuhnya sektor jasa transportasi, penginapan, kuliner, dan ekonomi lokal masyarakat Temajuk,” tegasnya.
Ia juga meminta Pemerintah Kabupaten Sambas menjadikan pengembangan kawasan perbatasan Temajuk sebagai prioritas pembangunan daerah, sekaligus berharap dukungan penuh dari pemerintah pusat untuk memperkuat fasilitas dan layanan di PLB Temajuk.
“PLB Temajuk harus menjadi simbol kehadiran negara di wilayah terdepan Kalimantan Barat sekaligus penggerak pertumbuhan ekonomi masyarakat perbatasan,” pungkasnya.















