Aksaraloka.com, PONTIANAK – Demam Piala Dunia 2026 tak hanya terasa di lapangan hijau, tetapi juga mendongkrak penjualan jersey sepak bola di Kota Pontianak, Kalimantan Barat.
Antusiasme masyarakat menyambut turnamen terbesar dunia itu membuat penjualan jersey tim nasional melonjak drastis hingga lima kali lipat dibandingkan hari-hari biasa.
Lonjakan permintaan tersebut dirasakan oleh Basmah Shop yang berlokasi di Jalan Parit Haji Husin 1, Pontianak. Pemilik toko, Zaky, mengatakan peningkatan penjualan mulai terlihat sekitar sepekan sebelum Piala Dunia bergulir dan terus meningkat menjelang pertandingan pembuka.
“Kalau dibandingkan hari biasa, sekarang peningkatannya sekitar lima kali lipat,” ujar Zaky saat ditemui, Senin (22/6/2026).
Menurutnya, pada hari normal pelanggan lebih banyak mencari jersey klub sepak bola.
Namun selama Piala Dunia berlangsung, perhatian penggemar beralih ke jersey tim nasional yang berlaga di turnamen tersebut.
Untuk memenuhi tingginya permintaan, Basmah Shop menyediakan berbagai jersey tim peserta Piala Dunia, mulai dari Portugal, Argentina, Spanyol, Jerman hingga Jepang. Dari sejumlah negara tersebut, Portugal menjadi tim yang paling banyak diminati pembeli.
“Portugal paling banyak dicari, kemudian Argentina. Untuk Argentina yang home dan away sekarang sudah banyak yang habis,” katanya.
Tingginya minat terhadap Portugal tidak lepas dari popularitas para pemain bintangnya yang memiliki basis penggemar besar di Indonesia.
Sementara Argentina tetap menjadi primadona setelah kesuksesan mereka di panggung sepak bola dunia dalam beberapa tahun terakhir.
Zaky yang telah menjalankan usaha jersey sejak 2014 menilai antusiasme masyarakat terhadap sepak bola terus mengalami peningkatan.
Selain semakin luasnya akses informasi pertandingan, perkembangan media sosial juga turut mendorong tren koleksi dan penggunaan atribut sepak bola.
Ia bahkan menilai penjualan selama Piala Dunia 2026 jauh lebih baik dibandingkan edisi sebelumnya.
LKetersediaan stok yang lebih lengkap serta promosi digital menjadi faktor utama yang mendukung peningkatan penjualan.
Saat ini harga jersey di tokonya berkisar antara Rp135 ribu hingga Rp170 ribu per potong, tergantung jenis dan kualitas produk.
Meski demikian, ia memperkirakan harga masih berpotensi mengalami penyesuaian mengikuti biaya pengadaan barang.
Di tengah maraknya tren belanja online, Zaky optimistis toko fisik tetap memiliki daya tarik tersendiri.
Menurutnya, banyak pelanggan yang lebih nyaman datang langsung untuk melihat bahan, kualitas, serta mencoba ukuran jersey sebelum membeli.
“Kalau beli langsung, pembeli bisa melihat kualitas barangnya. Itu yang menjadi kelebihan toko dibandingkan belanja online,” pungkasnya.
Meningkatnya penjualan jerseiy ini menjadi bukti bahwa euforia Piala Dunia 2026 turut memberikan dampak positif bagi pelaku usaha lokal di Pontianak.
Selama turnamen berlangsung, para pedagang berharap tren peningkatan penjualan dapat terus berlanjut seiring tingginya animo masyarakat terhadap sepak bola dunia.
















