Aksaraloka.com, PONTIANAK – Pemadaman listrik bergilir yang terjadi di Kalimantan Barat selama tiga hari terakhir tak hanya dikeluhkan masyarakat, tetapi juga berdampak pada sektor perhotelan.
Demi menjaga operasional tetap berjalan normal, HARRIS Pontianak terpaksa mengoperasikan genset selama sekitar 6,5 jam dan menghabiskan hingga 1.100 liter solar.
Marketing & Branding Manager HARRIS Pontianak, Harry Sugianto, mengatakan pemadaman listrik dari jaringan PLN pada Jumat (3/7/2026) berlangsung sejak pukul 16.00 WIB hingga 22.30 WIB.
“Begitu terjadi pemadaman dari jaringan pusat pada pukul 16.00 WIB, sistem back-up genset kami langsung meng-cover seluruh area hotel secara otomatis. Operasional hotel tetap berjalan normal dan kondusif,” kata Harry dalam keterangan tertulis, Sabtu (4/7/2026).
Ia menjelaskan seluruh fasilitas utama hotel, mulai dari kamar, area publik, restoran hingga ruang pertemuan tetap mendapatkan pasokan listrik dari genset sehingga pelayanan kepada tamu tidak terganggu secara signifikan.
Menurut Harry, kesiapan tim engineering serta keandalan genset membuat proses peralihan sumber listrik berlangsung cepat.
“Secara umum aktivitas dan pelayanan kami tidak mengalami gangguan yang berarti. Tamu yang menginap maupun menggelar kegiatan di hotel tetap dapat beraktivitas dengan nyaman tanpa hambatan besar,” ujarnya.
Meski pelayanan tetap berjalan, biaya operasional hotel meningkat akibat penggunaan genset dalam waktu lama.
Harry mengungkapkan genset berkapasitas besar milik hotel mengonsumsi sekitar 150 liter solar setiap jam.
“Untuk meng-cover pemadaman selama sekitar 6,5 jam, total konsumsi solar mencapai kurang lebih 1.000 hingga 1.100 liter. Ini merupakan bagian dari komitmen kami untuk memastikan kenyamanan tamu tetap terjaga,” jelasnya.
Di tengah masih berlangsungnya pemadaman bergilir di sejumlah wilayah Kalbar, HARRIS Pontianak berharap PLN segera mengatasi gangguan teknis yang menyebabkan berkurangnya pasokan listrik.
“Kami sangat berharap PLN dapat segera memulihkan stabilitas pasokan listrik di Kota Pontianak. Kestabilan energi sangat krusial bagi perputaran roda ekonomi, khususnya sektor pariwisata dan perhotelan yang mengandalkan pelayanan prima,” pungkas Harry.















