banner 468x60
EkbisEkonomi

KIPP Pulau Penebang Mulai Hijaukan Kawasan Industri, Revegetasi Jadi Penyeimbang Pembangunan

×

KIPP Pulau Penebang Mulai Hijaukan Kawasan Industri, Revegetasi Jadi Penyeimbang Pembangunan

Sebarkan artikel ini

KAYONG UTARA — Di tengah pembangunan kawasan industri yang terus berlangsung, Kawasan Industri Pulau Penebang (KIPP) mulai memperkuat komitmen lingkungan melalui program revegetasi dan penghijauan di sejumlah area proyek.

Langkah ini menjadi bagian dari upaya menjaga keseimbangan antara aktivitas industrialisasi dan kelestarian ekosistem pesisir.

Bertepatan dengan peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, KIPP melakukan penanaman berbagai jenis pohon di area ruang terbuka hijau kawasan industri yang berada di Pulau Penebang, Kabupaten Kayong Utara.

Program revegetasi difokuskan pada lahan-lahan yang sebelumnya digunakan untuk aktivitas pembangunan dan kini tidak lagi aktif. Pohon cemara kipas, keruing, serta sejumlah jenis tanaman lainnya ditanam secara bertahap untuk memulihkan tutupan vegetasi kawasan.

Selain memperkuat penghijauan, revegetasi juga diharapkan mampu mengurangi risiko erosi, menjaga stabilitas tanah, meningkatkan kualitas udara, serta mendukung keberlanjutan ekosistem pesisir yang menjadi karakter utama Pulau Penebang.

Sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN) yang dikembangkan sebagai pusat hilirisasi dan industrialisasi bauksit terintegrasi, KIPP menilai aspek lingkungan tidak dapat dipisahkan dari proses pembangunan kawasan.

Chief Operating Officer KIPP, Dev Herida, mengatakan peringatan Hari Lingkungan Hidup menjadi momentum untuk menegaskan bahwa pembangunan industri harus berjalan beriringan dengan tanggung jawab menjaga lingkungan.

“Ini menjadi kesempatan bagi perusahaan untuk menunjukkan komitmen bahwa pelestarian lingkungan hidup serta budaya keselamatan dan kesehatan kerja harus menjadi prioritas dalam setiap tahapan pembangunan proyek,” ujarnya, Jumat (5/6/2026).

Menurut Dev, penghijauan tidak hanya berfungsi sebagai upaya konservasi, tetapi juga bertujuan menciptakan lingkungan kerja yang lebih nyaman dan harmonis bagi seluruh pekerja di kawasan industri.

Program tersebut sejalan dengan tema Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, “Inspired by Nature. For Climate. For Our Future”, serta tema nasional “Saatnya Bekerja untuk Iklim” yang mendorong aksi nyata berbasis alam dalam menghadapi tantangan perubahan iklim.

Untuk memastikan program berjalan berkelanjutan, PT Dharma Inti Bersama (DIB) selaku pengelola kawasan juga tengah membangun fasilitas pembibitan atau nursery mandiri di Pulau Penebang.

Ke depan, nursery tersebut akan difokuskan untuk menghasilkan bibit tanaman lokal dan flora endemik Pulau Penebang sebagai bagian dari upaya menjaga keanekaragaman hayati kawasan.

KIPP juga mengintegrasikan konsep ekonomi sirkular dalam program penghijauan dengan memanfaatkan pupuk kompos yang dihasilkan dari pengolahan limbah dapur di kawasan proyek.

Dev menegaskan bahwa pengawasan terhadap dampak lingkungan menjadi perhatian utama perusahaan mengingat lokasi proyek berada di wilayah kepulauan yang memiliki ekosistem pesisir relatif sensitif terhadap perubahan.

“Aspek lingkungan merupakan instrumen krusial yang terus kami jaga melalui koordinasi dengan pemerintah dan masyarakat. Manajemen dampak lingkungan menjadi salah satu kunci keberhasilan proyek ini,” katanya.

Melalui program revegetasi tersebut, KIPP ingin memastikan pembangunan kawasan industri tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga mampu menjaga keberlanjutan lingkungan dan kualitas ekosistem di Kabupaten Kayong Utara.

“Penanaman ini menjadi bukti bahwa komitmen terhadap lingkungan bukan sekadar slogan, tetapi diwujudkan melalui tindakan nyata di area proyek Pulau Penebang,” ujar Dev.