banner 468x60
Ekonomi

Bank Indonesia Perluas Akses Layanan Keuangan di Perbatasan Entikong, QRIS Cross Border Jadi Andalan

×

Bank Indonesia Perluas Akses Layanan Keuangan di Perbatasan Entikong, QRIS Cross Border Jadi Andalan

Sebarkan artikel ini

AKSARALOKA.COM – Bank Indonesia terus memperkuat layanan kebanksentralan di wilayah terdepan, terluar, dan terpencil (3T) melalui program Layanan Perbankan Nusantara (LENTERA) Batas Negeri 2026 yang digelar di Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Entikong, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat, pada 23–25 Juni 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kedaulatan Rupiah sekaligus mendorong akselerasi ekonomi di kawasan perbatasan Indonesia-Malaysia.

Program tersebut merupakan hasil sinergi Bank Indonesia bersama pemerintah daerah, perbankan, instansi vertikal, dan berbagai mitra strategis. Beragam layanan dihadirkan, mulai dari penukaran uang melalui kas keliling, edukasi Cinta, Bangga, dan Paham (CBP) Rupiah, sosialisasi QRIS Cross Border, Gerakan Pangan Murah, Pasar Batas Nusantara, hingga layanan publik terpadu melalui Sinergi Layanan Kas (SILAKAS).

Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Barat, Reynaldi Akbar Ariesha, mengatakan LENTERA Batas Negeri merupakan wujud nyata komitmen Bank Indonesia dalam memastikan masyarakat perbatasan memperoleh akses terhadap layanan kebanksentralan sekaligus meningkatkan literasi keuangan dan digitalisasi sistem pembayaran.

“Wilayah perbatasan memiliki peran strategis sebagai beranda terdepan Indonesia. Melalui LENTERA Batas Negeri 2026, kami ingin memastikan masyarakat semakin Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah, sekaligus mampu memanfaatkan sistem pembayaran digital untuk mendukung aktivitas ekonomi yang semakin berkembang,” ujar Reynaldi.

Ia menjelaskan, hingga Juni 2026 Bank Indonesia Kalimantan Barat telah melaksanakan layanan kas keliling di 12 titik wilayah 3T dengan nilai penukaran uang mencapai Rp2,78 miliar. Selain itu, melalui Ekspedisi Rupiah Berdaulat, layanan penukaran uang juga menjangkau lima pulau terluar di Kalimantan Barat dengan total nilai mencapai Rp15,6 miliar.

Sepanjang tahun ini, BI Kalbar juga telah menggelar 74 kegiatan edukasi CBP Rupiah yang diikuti lebih dari 22 ribu peserta.
Dalam pelaksanaan LENTERA Batas Negeri 2026, sebanyak 23 UMKM binaan Rumah BUMN Sanggau turut ambil bagian dalam Pasar Batas Nusantara dengan total penjualan mencapai 131 produk atau omzet sebesar Rp4,54 juta.

Sementara itu, Gerakan Pangan Murah menyediakan 1.000 paket bahan pokok bagi masyarakat sekitar PLBN Entikong sebagai upaya menjaga stabilitas harga dan mengendalikan inflasi. Reynaldi menambahkan, perkembangan digitalisasi pembayaran di Kalimantan Barat juga menunjukkan tren positif. Hingga Mei 2026, jumlah merchant QRIS telah menembus lebih dari 539 ribu merchant yang didominasi pelaku usaha mikro.

Menurutnya, edukasi QRIS Cross Border di kawasan perbatasan diharapkan semakin mempermudah transaksi lintas negara sekaligus memperkuat ekonomi masyarakat. “Kami optimistis kolaborasi bersama seluruh pemangku kepentingan akan memperkuat kedaulatan Rupiah, memperluas inklusi keuangan, serta membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat di kawasan perbatasan,” tutup Reynaldi.